ANNISAH FITRIA DAULAY, - (2025) PRAKTEK UPAH JASA PETIK KELAPA MENGGUNAKAN MONYET DALAM TINJAUAN FIQIH MUAMALAH DI DESA TOLANG JULU KECAMATAN SAYURMATINGGI KABUPATEN TAPANULI SELATAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - ANNISAH FITRIA DAULAY.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - ANNISAH FITRIA DAULAY.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN - ANNISAH FITRIA DAULAY.pdf - Published Version Download (346kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Annisah Fitria Daulay, (2025): Praktek Upah Jasa Petik Kelapa Menggunakan Monyet dalam Tinjauan Fiqih Muamalah di Desa Tolang Julu Kecamatan Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan dalam sistem upah jasa petik kelapa di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sistem pengupahan dilakukan berdasarkan bagi hasil, yaitu 70% untuk pemilik kebun dan 30% untuk pemetik kelapa, namun upah diberikan dalam bentuk kelapa dan bukan uang. Meskipun telah disepakati secara lisan di awal, dalam praktiknya sering terjadi pemotongan sepihak oleh pemetik kelapa dengan alasan untuk makanan monyet yang digunakan dalam proses pemetikan, sehingga menyebabkan kerugian dan ketidakpuasan dari pihak pemilik kebun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana sistem pembayaran upah jasa petik kelapa menggunakan monyet di Desa Tolang Julu Kecamatan Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan? 2) bagaimana tinjauan Fiqih Muamalah terhadap sistem upah jasa petik kelapa tersebut? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembayaran upah jasa petik kelapa menggunakan monyet di Desa Tolang Julu serta menilai kesesuaiannya berdasarkan perspektif Fiqih Muamalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di Desa Tolang Julu, dengan jumlah populasi sebanyak 15 orang, terdiri dari 10 orang pemilik pohon kelapa dan 5 pemetik kelapa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan penulisan bersifat deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembayaran upah jasa petik kelapa menggunakan monyet dilakukan secara lisan dan berdasarkan kebiasaan (urf), dengan pembagian hasil panen 70% untuk pemilik kebun dan 30% untuk pemetik. Namun, dalam praktiknya terjadi penyimpangan yang menyalahi kesepakatan awal. Menurut tinjauan Fiqih Muamalah, praktik ini pada dasarnya diperbolehkan selama memenuhi rukun dan syarat akad ijarah, tetapi penyimpangan dalam pembagian hasil tanpa kesepakatan ulang merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dan merugikan salah satu pihak. Kata Kunci: Upah Jasa, Ijarah, Fiqih Muamalah, Kebiasaan (‘Urf), Petik Kelapa
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 10 Jul 2025 07:43 | ||||||||||||
| Last Modified: | 10 Jul 2025 07:43 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89843 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
