Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PERAN PEREMPUAN MUSLIMAH DALAM KONTEKS SOSIAL DAN KELUARGA PERSPEKTIF ASGHAR ALI ENGINEER DAN BUYA HAMKA (Studi Komparatif)

HELMADAYU INRONA PUTRI, - (2025) PERAN PEREMPUAN MUSLIMAH DALAM KONTEKS SOSIAL DAN KELUARGA PERSPEKTIF ASGHAR ALI ENGINEER DAN BUYA HAMKA (Studi Komparatif). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL - HELMADAYU INRONA PUTRI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN - HELMADAYU INRONA PUTRI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (752kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250708_14454864 - HELMADAYU INRONA PUTRI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version

Download (103kB) | Preview

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji secara komparatif pandangan Asghar Ali Engineer dan Buya Hamka mengenai peran perempuan Muslim dalam konteks sosial dan keluarga. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dan pendekatan kualitatif-komparatif, penelitian ini menganalisis karya-karya utama dan warisan intelektual kedua tokoh untuk mengidentifikasi titik temu dan perbedaan dalam penafsiran mereka terhadap peran gender dalam Islam. Kedua pemikir ini sama-sama mengakui kesetaraan harkat dan martabat antara laki-laki dan perempuan sebagaimana ditegaskan dalam ajaran Islam. Namun, penerapan dan penekanan terhadap prinsip kesetaraan tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan. Asghar Ali Engineer, yang dipengaruhi oleh teologi pembebasan dan keterlibatannya dalam gerakan reformasi sosial, mendorong penafsiran Al-Qur’an yang kontekstual dan progresif. Pemikirannya menekankan perlunya dekonstruksi terhadap tafsir-tafsir patriarkal serta mengusung pendekatan revolusioner untuk mewujudkan keadilan gender dalam masyarakat Muslim. Bagi Engineer, perjuangan hak-hak perempuan bukan sekadar isu sosial atau politik, melainkan kewajiban teologis yang berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an tentang keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan. Sebaliknya, Buya Hamka merepresentasikan suara Islam tradisional yang moderat. Meskipun juga mengakui kesetaraan moral dan spiritual antara laki-laki dan perempuan, Hamka menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran perempuan di ranah publik dan tanggung jawabnya dalam keluarga. Berdasarkan pada khazanah keilmuan Islam klasik serta sensitivitas terhadap konteks sosial-budaya Indonesia, pendekatan Hamka mendorong keterlibatan sosial perempuan dalam koridor etika Islam dan keharmonisan komunitas. Perbandingan pemikiran kedua tokoh ini menunjukkan adanya spektrum dalam pemahaman Islam terhadap peran gender dari yang bersifat reformis hingga moderat-konservatif yang terus membentuk diskursus feminisme Islam kontemporer. Baik Engineer maupun Hamka memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kerangka pemikiran yang berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dengan realitas sosial umat Islam modern. Gagasan-gagasan mereka menegaskan bahwa penafsiran terhadap isu gender dalam Islam bersifat dinamis dan kontekstual. Kata Kunci: Asghar Ali Engineer, Buya Hamka, Perempuan Muslim, Peran Gender, Feminisme Islam, Teologi Pembebasan, Tafsir Kontekstual

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRina Rehayati, -2029046902rina.rehayati@uin-suska.ac.id
Thesis advisorSukiyat, -2010107001sukiyat@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah dan Filsafat
Depositing User: Ms. Ernawati
Date Deposited: 09 Jul 2025 07:09
Last Modified: 09 Jul 2025 07:09
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89726

Actions (login required)

View Item View Item