MUHAMMAD RIKY, - (2025) PENERAPAN KONSEP SMART ENVIROMENT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEWUJUDKAN TATA KELOLA LINGKUNGAN INOVATIF DAN BERKELANJUTAN DI KOTA PEKANBARU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
BAB V - Muhammad Ricky.pdf - Published Version Download (649kB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB I-BAB VI - Muhammad Ricky.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN - Muhammad Ricky.pdf - Published Version Download (215kB) | Preview |
Abstract
Permasalahan pengelolaan sampah organik di Kota Pekanbaru menjadi tantangan serius seiring meningkatnya populasi, aktivitas konsumsi, dan keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah organik menyumbang sekitar 31,07% dari total timbulan sampah harian. Salah satu pendekatan yang mulai berkembang adalah penerapan konsep smart environment melalui metode biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, yang mampu mengurai limbah organik menjadi produk bermanfaat seperti pakan ternak dan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep smart environment dalam pengelolaan sampah organik serta mengevaluasi faktor penghambat yang dihadapi dalam penerapannya di Kota Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan lokasi penelitian pada Unit Pengelolaan Komposting Garuda Sakti (Maggot Center), Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, pengelola Maggot Center, dan warga sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode biokonversi maggot telah mendukung indikator smart environment, yaitu kualitas lingkungan hidup, smart pengelolaan lingkungan, dan smart building, melalui pengurangan limbah organik, pemanfaatan teknologi sederhana, serta partisipasi komunitas. Namun, penerapan masih terkendala oleh minimnya infrastruktur, rendahnya kesadaran masyarakat, serta belum optimalnya dukungan regulasi dan pendanaan. Diperlukan penguatan regulasi teknis, alokasi anggaran, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Administrasi Negara | ||||||||
| Depositing User: | Ms. Hidayani | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Jul 2025 06:57 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Jul 2025 06:57 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89725 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
