MAYANG KEMUNING, - (2025) TAKDIR DAN IKHTIAR DALAM PERSPEKTIF AGUS SALIM DAN HAMKA : Studi Komparatif. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL - Mayang Kemuning.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN - Mayang Kemuning.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (736kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250708_10460776 - Mayang Kemuning.pdf - Published Version Download (101kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Takdir dan Ikhtiar dalam Perspektif Agus Salim dan HAMKA: Studi Komparatif. Penelitian ini bermula dari pemahaman konsep takdir dan ikhtiar yang sering menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Terdapat perbedaan pandangan mengenai takdir, di mana sebagian menganggapnya sebagai keputusan mutlak Allah, sementara yang lain meyakini adanya kebebasan manusia dalam menentukan takdirnya sendiri melalui ikhtiar. Adapun rumusan masalah yang diangkat mencakup: bagaimana pandangan Agus Salim dan HAMKA terkait takdir dan ikhtiar, serta di mana letak persamaan dan perbedaan antara keduanya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menelaah secara mendalam serta membandingkan pandangan dua tokoh besar Islam Indonesia mengenai konsep takdir dan ikhtiar. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan, dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode komparatif. Data primer diperoleh dari karya-karya autentik kedua tokoh mengenai takdir dan ikhtiar, sedangkan data sekunder didapatkan dari sumber-sumber yang relevan dan mendukung topik yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Agus Salim maupun HAMKA sama-sama menolak pandangan fatalistik, menekankan pentingnya ikhtiar sebagai bentuk tanggung jawab moral, serta mengakui keterbatasan manusia dalam memahami takdir Tuhan secara utuh. Kendati demikian, Agus Salim lebih menitikberatkan pada pendekatan rasional dan kontekstual, sedangkan HAMKA cenderung memadukan peran akal, syariat, dan nilai-nilai sufistik dalam menjelaskan konsep takdir. Perbedaan latar belakang pendidikan serta pengalaman hidup turut memengaruhi kerangka epistemologis masing-masing tokoh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Agus Salim dan HAMKA saling melengkapi, serta memberikan kontribusi penting dalam pengembangan wacana teologi Islam di Indonesia, khususnya dalam menghadapi permasalahan seputar takdir dan ikhtiar dalam kehidupan kontemporer. Kata Kunci: Takdir, Ikhtiar, Agus Salim, HAMKA
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah dan Filsafat | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 09 Jul 2025 02:15 | ||||||||||||
| Last Modified: | 09 Jul 2025 02:15 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89670 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
