FAYYIDH TRIAN RIVALDI, - (2025) ANALISIS KAIDAH MUHKAM DAN MUTASYABIH AL-QUR’AN SURAH AL-A’RAF DALAM TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV FAYYIDH TRIAN RIVALDI - FAYYIDH TRIAN RIVALDI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV FAYYIDH TRIAN RIVALDI - FAYYIDH TRIAN RIVALDI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (913kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN PULIKASI - FAYYIDH TRIAN RIVALDI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (432kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini analisis kaidah muhkam dan mutasyabih dalam penafsiran QS. Al-A’raf oleh M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah. Latar belakang penelitian ini adalah bahwa ada kesalahan dalam penafsiran Al-Qur'an yang menyebabkan ajarannya digunakan dengan cara yang tidak sesuai dengan prinsip Islam. Oleh karena itu, pemahaman kaidah tafsir atau qawaid tafsir sangat penting sebelum menafsirkan Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan kualitatif dan berfokus pada analisis ayat-ayat muhkam dan mutasyabih dalam surah Al-A’raf, terutama ayat 3, 54 dan 163-166. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat muhkam QS. Al-A’raf ayat 3 memiliki makna yang jelas dan langsung, yaitu perintah untuk mengikuti wahyu Allah dan larangan untuk mengikuti selain-Nya. Sedangkan, ayat mutasyabih QS. Al-A’raf ayat 54, di sisi lain, memiliki makna yang tidak langsung dan memerlukan penafsiran yang lebih mendalam. Contohnya adalah yang disebutkan "bersemayam di atas "Arsy", yang secara harfiah tidak dapat dipahami. Menurut Tafsir Al-Misbah, unsur muhkam dan mutasyabih dapat muncul bersamaan dalam satu ayat, seperti yang terlihat dalam QS. Al-A’raf ayat 163-166, dalam ayat ini Allah memperingatkan kaum sabat yang melanggar syariat dan menunjukkan kekuatan-Nya untuk mengubah mereka menjadi kera. Oleh karena itu, pemahaman tentang kedua jenis ayat ini harus proporsional, dengan ayat muhkam diamalkan dan ayat mutasyabih diimani, dengan menggunakan pendekatan menyerahkan makna yang tidak jelas kepada Allah (Tafwidh), dan mencari makna yang lebih dalam (takwil). Kata Kunci: Qawa’id tafsir, Analisis, muhkam, mutasyabih, tasir al-Misbah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 08:17 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Jul 2025 08:17 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89551 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
