NADIA APRILIANTI, - (2025) KONTEKSTUALISASI HADIS BERKATA BAIK ATAU DIAM DARI BERBICARA TIDAK PANTAS PADA BAHASA GAUL GEN Z. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
1 LENGKAPTANPA BAB 4 - Nadia Aprilia.pdf - Published Version Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
2 BAB 4 - Nadia Aprilia.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
surat pernyataan publikasi (1)-2 - Nadia Aprilia.pdf - Published Version Download (198kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini berjudul ―Kontekstualisasi Hadis Berkata Baik atau Diam dari Berbicara Tidak Pantas pada Bahasa Gaul Gen Z.‖ Dalam interaksi sosial, menjaga lisan dan memilih ucapan yang baik merupakan prinsip penting dalam ajaran Islam. Namun, pada era digital saat ini, muncul penggunaan bahasa gaul yang begitu luas di kalangan Gen Z, mulai dari bahasa gaul yang positif dan kreatif hingga ungkapan yang kasar dan tidak pantas, baik dalam komunikasi langsung maupun melalui media sosial. Dalam situasi ini, penting untuk mengkontekstualisasikan nilai-nilai hadis tentang berkata baik atau diam, agar tetap relevan dan menjadi pedoman dalam berkomunikasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana status dan pemahaman hadis tentang berkata baik atau diam ? (2) Bagaimana kontekstualisasi hadis berkata baik atau diam dari berbicara tidak pantas pada bahasa gaul gen z ? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif Deskriptif, sedangkan metode yang digunakan yaitu metode riset kepustakaan (Library Research) dan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui takhrij hadis, penelusuran sanad dan matan hadis, serta mengkaji kitabkitab syarah dan literatur yang relevan. Sumber utama dalam penelitian ini adalah hadis Nabi Muhammad SAW tentang berkata baik atau diam dalam riwayat Abu Daud nomor 5154. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Hadis tentang berkata baik atau diam yang diriwayatkan oleh Abu Daud nomor 5154 memiliki status marfu‘ karena bersumber langsung dari Rasulullah SAW. Dari segi kualitas, hadis ini termasuk shahih li zatihi Dari segi kuantitas, hadis ini merupakan hadis Muttawatir Lafdzi. Pemahaman terhadap hadis ini menunjukkan bahwa Islam memberikan pedoman yang jelas dalam menjaga lisan, yaitu dengan memilih ucapan yang baik, dan jika tidak mampu, maka diam lebih utama sebagai bentuk kehati-hatian dalam berbicara agar tidak menyakiti, merendahkan, atau menyebarkan keburukan kepada orang lain. (2) Kontekstualisasi hadis ini berarti mengaitkan pesan etis Rasulullah SAW dengan realitas komunikasi Gen Z, khususnya dalam penggunaan bahasa gaul. Yang perlu dikontekstualisasikan adalah ajaran untuk berbicara baik atau diam, agar menjadi pedoman moral dalam memilih kata, baik secara lisan maupun di media sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 03:37 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Jul 2025 03:37 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89468 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
