MHD NOPENDRI SAPUTRA, - (2025) TRANSFORMASI NIKAH BEDA AGAMA DALAM AYAT PERNIKAHAN AHLUL KITAB : STUDI KOMPARATIF TAFSIR KLASIK DAN KONTEMPORER. Disertasi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
BAB I-III, V - mochammad novendrispt.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV Hasil - mochammad novendrispt.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (945kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
fall20250706_0002_compressed-1 - mochammad novendrispt.pdf - Published Version Download (111kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang transformasi nikah beda agama dalam ayat pernikahan ahlul kitab studi komparatif tafsir klasik dan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana para mufasir dari berbagai era memahami dan menerapkan ayat-ayat yang membolehkan pernikahan antara pria Muslim dan wanita Ahlul Kitab, serta bagaimana perkembangan sosial dan pemikiran keagamaan modern mempengaruhi interpretasi tersebut. Perbedaan pemahaman dan interpretasi memberikan dampak yang cukup signifikan, tercatat hingga tahun 2023 sudah terdapat 1645 pasangan beda agama dan telah lahir 400 anak dari pernikahan tersebut. Transformasi nikah beda memberikan evolusi pemikiran tentang pernikahan beda agama dalam ayat pernikahan Ahlul Kitab. Penelitian ini membahas transformasi dari interpretasi tafsir klasik dan kontemporer terkait nikah beda agama dalam praktik nikah di era modern. Penelitian ini bersifat penelitian pustaka dengan pendekatan studi literatur dan metodologi yang digunakan dalam penelitian komparatif. Data-data yang terkait dengan studi ini dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder. Data disajikan dengan teknis analisis muqaranah dan konten analisis. Adapun hasil penelitian menyebutkan bahwa tafsir klasik umumnya mengedepankan aspek legalitas dengan sedikit perhatian pada dampak jangka panjang, sedangkan tafsir kontemporer menekankan pentingnya konteks sosial dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan modern. Perubahan ini mencerminkan adanya transformasi dalam pemikiran keagamaan, di mana aspek moral dan kestabilan iman dalam rumah tangga menjadi perhatian utama. Pernikahan beda agama dalam Islam tidak bisa disembunyikan karena pernah dilegalkan dimasa salaf, tafsir klasik menyoroti kebolehan nikah kepada ahlul kitab dari golongan Dzimmi atau Harbiy. Sedangkan, dalam tafsir kontemporer terjadi pro kontra tentang kebolehan dan keharamannya karena berbeda dalam mendefenisikan terminologi ahlul Kitab. Transformasi dari pendapat tersebut memberikan celah legalitas dalam perundang-undangan di Indonesia kepada pasangan beda agama untuk memperoleh pengakuan terhadap keabsahan pencatatan perkawinannya melalui penetapan pengadilan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S3 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 03:11 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Jul 2025 03:11 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89458 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
