Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONTROVERSI MASYARAKAT RITUAL PRAKTEK FIDYAH SHALAT SETELAH WAFAT DI DESA TANJUNG ALAI (Kajian Living Hadis)

MUHAMMAD ILHAM RONALDI, - (2025) KONTROVERSI MASYARAKAT RITUAL PRAKTEK FIDYAH SHALAT SETELAH WAFAT DI DESA TANJUNG ALAI (Kajian Living Hadis). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV_compressed - MUHAMMAD ILHAM RONALDI Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (Bab Hasil)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - MUHAMMAD ILHAM RONALDI Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (Surat Pernyataan)
PERNYATAAN - MUHAMMAD ILHAM RONALDI Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version

Download (106kB) | Preview

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah fenomena sosial-keagamaan yang berkembang di Desa Tanjung Alai, di mana masyarakat melakukan praktik pembayaran fidyah salat untuk orang yang telah meninggal dunia. Mereka meyakini bahwa fidyah dapat menggantikan kewajiban salat yang belum ditunaikan oleh almarhum. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah utama: (1) bagaimana praktik fidyah salat dilakukan di masyarakat, dan (2) bagaimana pemahaman mereka terhadap hadis yang berkaitan dengan fidyah shalat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan satu orang aparat desa, dua tokoh agama, dan tiga warga masyarakat, serta observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fidyah dilakukan melalui akad antara ahli waris dan tokoh agama, biasanya dalam forum yang dihadiri 15–30 orang. Fidyah berupa beras digantung di tengah dan diputar dari satu peserta ke peserta lain sebagai simbol pelunasan salat almarhum menggunakan harta ahli waris.Terdapat perbedaan pandangan di kalangan masyarakat. Sebagian menganggap praktik ini sebagai bentuk kehati-hatian agar tanggungan ibadah almarhum tertunaikan. Namun sebagian lainnya, khususnya generasi muda, menolak praktik tersebut dengan alasan tidak adanya dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Sementara sebagian lain berargumen bahwa atsar dari Ibn Abbas dapat dijadikan pijakan bahwa ibadah dapat diganti, termasuk shalat. Kata Kunci: fidyah salat, kontroversi masyarakat, Tanjung Alai

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAdynata, --adynata@uin-suska.ac.id
Thesis advisorSUJA'I SARIFANDI, --asyuja@gmail.com
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 07 Jul 2025 01:28
Last Modified: 07 Jul 2025 01:28
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89430

Actions (login required)

View Item View Item