Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

IDENTIFIKASI CEMARAN DAGING BABI PADA PRODUK BAKSO MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DENGAN PENANDA 16S rRNA

FANIA FRANTIKA, - (2025) IDENTIFIKASI CEMARAN DAGING BABI PADA PRODUK BAKSO MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DENGAN PENANDA 16S rRNA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV FANIA F - FANIA FRANTIKA PETERNAKAN.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV FANIA F - FANIA FRANTIKA PETERNAKAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (917kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN - FANIA FRANTIKA PETERNAKAN.pdf

Download (377kB) | Preview

Abstract

IDENTIFIKASI CEMARAN DAGING BABI PADA PRODUK BAKSO MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DENGAN PENANDA 16S rRNA Fania Frantika (12180121846) Di bawah bimbingan Restu Misrianti dan Irdha Mirdhayati INTISARI Bakso merupakan salah satu produk pangan yang populer di Indonesia. Namun, produk ini rentan terhadap pencemaran bahan non halal khususnya daging babi, sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cemaran daging babi pada produk bakso menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan penanda gen 16S rRNA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan survei. Sampel bakso diambil secara purposif, dengan total 30 sampel. Ekstraksi DNA dilakukan menggunakan kit Zymo Research, kemudian dilakukan pengujian kualitas DNA menggunakan elektroforesis dan kuantitas DNA menggunakan spektrofotometer. Amplifikasi DNA menggunakan teknik multiplex PCR dengan primer spesifik gen 16S rRNA. Parameter penelitian meliputi pengujian kualitas dan kuantitas DNA hasil ekstraksi serta keberhasilan amplifikasi PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi DNA dari 30 sampel bakso yang diuji berkisar antara 21,180 hingga 235,403 ng/µL, dengan rasio kemurnian DNA antara 1,46 hingga 2,49, hasil PCR dengan penanda gen 16S rRNA, dari 30 sampel bakso yang diuji, tidak ditemukan adanya cemaran DNA daging babi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode PCR dengan penanda gen 16S rRNA terbukti efektif untuk mendeteksi keberadaan DNA babi dan dapat digunakan sebagai alat verifikasi kehalalan produk bakso. Kata kunci: bakso, daging babi, PCR, 16S rRNA, kehalalan pangan, DNA

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRESTU MISRIANTI, -2023098701rest_42@yahoo.co.id
Thesis advisorIRDHA MIRDHAYATI, -2027077702mirdhayati@gmail.com
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Peternakan
Depositing User: Mrs. Rasdanelis -
Date Deposited: 03 Jul 2025 07:40
Last Modified: 04 Jul 2025 09:21
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89307

Actions (login required)

View Item View Item