FITRA MAULANA DONGORAN, - (2025) ANALISIS KEABSAHAN AKAD JUAL BELI SERTIFIKAT KEGIATAN DALAM PERSPEKTIF FIKIH MUAMALAH (STUDI KASUS MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH ANGKATAN 2021 FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SUSKA RIAU). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
TANPA BAB IV - Fitra Maulana Dongoran - darkness 431.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
Bab IV PEMBAHASAN - Fitra Maulana Dongoran - darkness 431.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PUBLIKASI FITRA - Fitra Maulana Dongoran - darkness 431.pdf - Published Version Download (217kB) | Preview |
Abstract
Fenomena jual beli sertifikat kegiatan yang terjadi di kalangan mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sultan Syarif Kasim Riau menimbulkan berbagai permasalahan hukum dan etika akademik. Sertifikat yang seharusnya menjadi bukti keikutsertaan dalam seminar atau pelatihan, kini diperjualbelikan tanpa partisipasi nyata. Praktik ini berpotensi melanggar prinsip kejujuran dan keabsahan akad dalam fikih muamalah, jadi perlu dilakukan kajian mendalam untuk memahami keabsahan jual beli sertifikat kegiatan dalam perspektif hukum Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui praktik jual beli sertifikat, faktor penyebab mahasiswa membeli sertifikat kegiatan dan bagaimana tinjauan fikih muamalah dalam praktik jual beli sertifikat kegiatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari mahasiswa yang terlibat serta pelaku usaha jasa cetak sertifikat. Informan dari penelitian ini berjumlah 2 pengusaha fotokopi dan 6 mahasiswa berdasarkan kriteria mahasiswa yang pernah membeli atau mengetahui praktik jual beli sertifikat kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli sertifikat kegiatan tidak sah dalam hukum Islam karena tidak memenuhi syarat-syarat sah akad jual beli. Sertifikat yang dibeli tanpa keikutsertaan nyata tidak memiliki manfaat riil sebagaimana disyaratkan dalam fikih muamalah, sehingga akadnya cacat dari sisi objek maupun esensi transaksi. Dengan demikian, sertifikat kegiatan tidak memenuhi kriteria sebagai objek akad jual beli karena bukan benda berharga (māl) dan bukan milik sah penjual untuk diperjualbelikan sehingga apabila dilihat dari sudut fikih muamalah, transaksi semacam ini tergolong sebagai akad fasid bahkan bathil, sebab melanggar prinsip kejujuran dan kejelasan dalam muamalah. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kejujuran serta penerapan regulasi kampus yang lebih ketat menjadi langkah strategis untuk mencegah praktik ini berkembang lebih luas dan merusak integritas pendidikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Ayu - Apriliani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 05:13 | ||||||||||||
| Last Modified: | 01 Jul 2025 05:13 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89094 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
