HASAN BASRI, - (2025) ANALISIS KEWARISAN ORANG HILANG SEBAGAI PEWARIS DALAM HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH. Disertasi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN DISERTASI KECUALI BAB HASIL - HASAN BASR1.pdf - Published Version Download (6MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - HASAN BASR1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
Surat Pernyataan Persetujuan Publikasi UIN - HASAN BASR1.pdf - Published Version Download (383kB) | Preview |
Abstract
"ABSTRAK Hasan Basri, (2025) Analisis Kewarisan Orang Hilang Sebagai Pewaris Dalam Hukum Positif dan Hukum Islam Perspektif Maqasid Al-Syari’ah. Penelitian ini berangkat dari kasus Ir. Usman Hasyim Bin H. Harun yang dinyatakan hilang sejak tahun 1999, meninggalkan ketidakpastian hukum bagi keluarganya terkait pembagian harta warisan. Adapun pokok permasalahan penelitian ini adalah : (1) Bagaimana kewarisan orang hilang sebagai pewaris dalam Hukum Positif? (2) Bagaimana kewarisan orang hilang sebagai pewaris dalam Hukum Islam? (3) Bagaimana kewarisan orang hilang sebagai pewaris perspektif Maqashid As- Syari’ah? Tujuan penelitian adalah untuk memahami aspek kewarisan orang hilang berdasarkan putusan pengadilan, menganalisis pendekatan hukum positif dan hukum islam, serta mengevaluasi putusan perkara dalam konteks keadilan hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan hukum sosiologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan analisis yuridis untuk mengkaji fenomena terkait kewarisan orang hilang dalam hukum positif dan hukum Islam perspektif Maqashid As- Syari’ah. Sampel melibatkan Ketua Pengadilan Agama Pekanbaru, majelis hakim Pengadilan Agama Pekanbaru serta Panitera Pengadilan Agama Pekanbaru. Data primer, sekunder, dan tersier digunakan untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewarisan orang hilang membutuhkan kejelasan status hukum untuk memberikan kepastian kepada ahli waris. Putusan Pengadilan Agama Pekanbaru, Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru dan Mahkamah Agung Republik Indonesia menegaskan prinsip keadilan dengan menetapkan tanggal hukum meninggalnya Ir. Usman Hasyim, mencerminkan perlindungan hak-hak individu sesuai hukum positif dan hukum islam. Dalam perspektif Maqasid Al-Syariah, keputusan tersebut juga mendukung kesejahteraan keluarga serta stabilitas sosial melalui distribusi harta warisan yang adil. Kata Kunci : Kewarisan orang hilang, Pewaris, Dalam Hukum positif dan Hukum Islam, Perspektif Maqasid Al-Syariah."
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S3 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 03:10 | ||||||||||||
| Last Modified: | 01 Jul 2025 03:10 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89072 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
