SUTIYADI, - (2025) PANDANGAN SYEKH ABDUL AZIZ BIN BAZ (1420 H) DAN SYEKH YUSUF AL-QARADHAWI (1444 H) TENTANG PARTISIPASI DALAM PEMILU. Skripsi thesis, UIN SUSKA.
|
Text
PUBLIKASI - Sutiyadi.pdf Download (539kB) | Preview |
|
|
Text
FILE LENGKAP KECUALI AHSIL PENELTOIIAN (BAB IV) - Sutiyadi.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
FILE HASIL PENELTIIAN (BAB IV) - Sutiyadi.pdf Restricted to Repository staff only Download (781kB) |
Abstract
SUTIYADI(2025) : PANDANGAN SYEKH ABDUL AZIZ BIN BAZ (1420 H) DAN SYEKH YUSUF AL-QARADHAWI (1444 H) TENTANG PARTISIPASI DALAM PEMILU ,,,Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami pandangan Syekh Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Yusuf al-Qaradhawi mengenai partisipasi umat Islam dalam pemilu. Dalam konteks politik Islam, partisipasi dalam pemilu menjadi isu yang krusial dan sering menimbulkan perdebatan di kalangan ulama. Kedua tokoh ini memiliki pendekatan yang berbeda dalam menanggapi isu partisipasi politik, yang mencerminkan keragaman pemikiran dalam Islam. Adapun rumusan masalah yang penulis gunakan ialah Pertama, bagaimana pandangan Syekh Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Yusuf al-Qaradhawi mengenai partisipasi umat Islam dalam pemilu. Kedua, bagaimana dalil dan metode istinbat al-hukmi yang digunakan oleh Syekh Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Yusuf alQaradhawi mengenai partisipasi umat Islam dalam pemilu. Ketiga, bagaimana analisa Fiqh Muqaran diantara Syekh Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Yusuf alQaradhawi mengenai partisipasi umat Islam dalam pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif komparatif. Sumber data primer meliputi karya Syekh Abdul Aziz bin Baz seperti Majmu’ Fatawa Al Lajnah Ad Daimah dan karya Syekh Yusuf al-Qaradhawi seperti Min Fiqh ad-Dawlah fi al-Islam, sedangkan sumber sekunder mencakup buku dan artikel yang relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif untuk menjelaskan pandangan masing-masing tokoh dan metode komparatif untuk membandingkan pandangan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Abdul Aziz bin Baz menolak partisipasi dalam pemilu di negara yang tidak menerapkan syariat Islam, karena dianggap memberikan legitimasi pada pemerintahan yang tidak sesuai ajaran Islam. Istinbat yang digunakan mencakup dalil dari Al-Qur'an yang menekankan pentingnya menjaga keutuhan syariat Islam. Namun, ia memberikan pengecualian jika tujuannya untuk mengubah sistem menjadi lebih Islami. Sebaliknya, Syekh Yusuf al-Qaradhawi mendukung partisipasi dalam pemilu sebagai tanggung jawab sosial umat Islam, berargumen bahwa demokrasi yang sesuai dengan prinsip Islam dapat menjadi alat untuk menegakkan keadilan dan kebaikan. Istinbat yang digunakan mencakup argumen tentang pentingnya keterlibatan dalam sistem politik untuk mencapai maslahah. Nahdlatul Ulama menyatakan Indonesia sebagai dar al-Islam, sedangkan Muhammadiyah merumuskan Negara Pancasila sebagai darul ahdi wa al-syahadah (negeri perjanjian dan kesaksian) Kata Kunci: Partisipasi, Pemilu, Demokrasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Gusneli - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 05:17 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Jul 2025 03:35 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89027 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
