MUHAMMAD DA’I, - (2025) KONSEP KEWALIAN DALAM PERSPEKTIF ILMU KALAM DAN TASAWUF. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (GABUNGAN)
SKRIPSI MUHAMMAD DA'I lengkap Kecuali BAB IV - MUHAMMAD DAI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (HASIL PENEITIAN)
BAB IV - MUHAMMAD DAI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only until 2025. Download (1MB) |
||
|
Text (PENYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN - MUHAMMAD DAI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only until 2025. Download (175kB) |
Abstract
ABSTRAK email: muhammad.dai39@gmail.com Penelitian ini membahas konsep kewalian dalam dua perspektif utama dalam tradisi Islam, yaitu ilmu kalam dan tasawuf, dengan fokus pada pemikiran dua tokoh besar: Ibnu Taimiyah dan Abdul Qadir al-Jailani. Kewalian dalam Islam merupakan kedudukan spiritual yang menandakan kedekatan seorang hamba dengan Allah Swt, yang secara umum meliputi aspek keimanan, ketakwaan, serta pengamalan syariat secara kaffah. Penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan metode pendekatan kualitatif-analisa, yakni dengan menganalisis karya-karya kedua tokoh serta literatur sekunder yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan persamaan dan perbedaan antara dua pandangan tersebut, serta untuk menunjukkan bagaimana konsep kewalian dipahami secara teologis dan sufistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwah dalam perspektif ilmu kalam, Ibnu Taimiyah menekankan bahwa kewalian hanya dapat dicapai melalui iman yang benar dan ketakwaan yang teguh, serta penghindaran dari semua bentuk syirik, bid„ah, dan perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan). Karamah dalam pandangannya bukanlah syarat mutlak kewalian, melainkan sekadar fenomena sampingan yang tidak menjadi tujuan utama seorang wali. Sebaliknya dalam perspektif tasawuf, Abdul Qadir al-Jailani memandang kewalian sebagai maqam (tingkatan spiritual) yang diperoleh melalui proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), riyadhah (latihan spiritual), dan makrifatullah (pengenalan hakiki kepada Allah). Bagi kalangan sufi, karamah dipandang sebagai salah satu ciri dari kesempurnaan kewalian, namun tetap dalam kerangka syariat. Konsep ini menunjukkan bahwa kewalian bukan hanya sekedar kepatuhan lahiriah terhadap syariat, tetapi juga penghayatan batiniah yang mendalam. meskipun terdapat perbedaan dalam penekanan aspek kewalian, baik Ibnu Taimiyah maupun Abdul Qadir al-Jailani sepakat bahwa fondasi utama kewalian adalah keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah. Perbedaan keduanya terletak pada titik tekan metode pencapaian maqam wali, antara pendekatan rasional-syari„ah dan pendekatan spiritual-eksperiensial. Kata Kunci: Konsep, Kewalian, Kalam, Tasawuf, Ibnu Taimiyah, Abdul Qadir Al-Jailani.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 01:57 | ||||||||||||
| Last Modified: | 30 Jun 2025 01:57 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89005 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
