YODI TRIADI, - (2025) PEMIKIRAN IBNU HAZM TENTANG KAFA’AH PADA PERNIKAHAN DALAM KITAB AL–MUHALLA DAN RELEVANSINYA DALAM KONTEKS KEKINIAN. Skripsi thesis, UIN SUSKA.
|
Text
SURAT PERNYATAAN - yodi triadi.pdf Download (310kB) | Preview |
|
|
Text
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - yodi triadi.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - yodi triadi.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Yodi Triadi, 2025: Pemikiran Ibnu Hazm tentang Kafa’ah pada Pernikahan dalam Kitab al-Muhalla dan Relevansinya dalam Konteks Kekinian Penelitian ini dilatarbelakangi atas pandangan Ibnu Hazm tentang konsep kafa’ah yang berbeda dengan kebanyakan ulama. Menurut Ibnu Hazm, kafa’ah tidak ada dalam pernikahan, kalaupun ada kafa’ah hanya berlaku dari segi agama saja. Pemikirannya tersebut bertolak belakang dengan pendapat jumhur ulama seperti Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifa, dan Imam Ahmad bin Hanbal yang menetapkan kafa’ah dalam beberapa faktor seperti status sosial, kekayaan, keturunan, fisik, tingkat pendidikan dan faktor duniawi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, mengetahui pandangan Ibnu Hazm tentang konsep kafa’ah pada pernikahan serta istinbath hukum yang digunakan Ibnu Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. Kedua, untuk mengetahui bagaimana relevansi konsep kafa’ah Ibnu Hazm dalam konteks kekinian. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan Filosofis hukum. Sumber penelitian yang digunakan mencakup sumber primer, yaitu kitab al-Muhalla karya Ibnu Hazm, serta sumber hukum sekunder berupa buku-buku, jurnal, dan bahan bacaan lainnya yang relevan dengan topik penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah dengan mengumpulkan buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (conten analysis). Setelah penulis menganalisis, maka penulis menyimpulkan: pertama, menurut Ibnu Hazm dalam kitabnya al-Muhalla tidak mengakui kafa’ah dalam pernikahan, jika pun ada kafa’ah itu hanya dari faktor agama saja. Pendapat Ibnu Hazm tersebut sesuai dengan istinbath hukum yang digunakannya yaitu berdasarkan kezhahiran nash al-Qur’an, dan hadits. Kedua, relevansi konsep kafa’ah Ibnu Hazm dalam konteks kekinian peneliti sepakat dan setuju dengan pandangan Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa satu-satunya ukuran kafa’ah dalam pernikahan adalah kesamaan agama, yaitu sama sama beragama Islam. Pendapat ini menurut penulis memiliki kekuatan argumentatif yang sangat relevan baik secara teologis maupun sosiologis. Namun, penulis kurang sependapat dengan pandangan Ibnu Hazm yang menetapkan agama sebagai ukuran kafa’ah semata-mata berdasarkan kesamaan status sebagai sesama Muslim. Menurut penulis, pendekatan semacam ini justru lebih berpotensi menciptakan konflik hingga perceraian dalam rumah tangga. Kata Kunci: Ibnu Hazm, pernikahan, kafa’ah, al-Muhalla, relevansi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 297 Islam > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Gusneli - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 06:02 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 Jun 2025 06:03 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88979 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
