MARINI, - (2025) TINJAUAN FIQIH MUAMALAH TERHADAP SISTEM BAGI HASIL ANTARA PEMILIK POHON NIRA DENGAN PENGELOLA DI KENAGARIAN KOTO RAJO, KECAMATAN RAO UTARA, KABUPATEN PASAMAN, PROVINSI SUMATERA BARAT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - Marini Rini.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Marini Rini.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN - Marini Rini.pdf - Published Version Download (348kB) | Preview |
Abstract
Latar belakang penulis meneliti masalah ini karena di Kenagarian Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat terdapat kerja sama dengan prinsip bagi hasil yang dilakukan oleh masyarakat khususnya penggarap dengan pemilik pohon nira,berbeda dengan bagi hasil bentuk kerja sama yang dilakukan dalam Islam. adapun bagi hasil gula aren di Kenagarian Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, pengarap tidak memberikan bagian pemilik pohon nira dari usaha yang dijalankan. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana sistem bagi hasil antara pemilik pohon nira dengan pengelola di Kenagarian Koto Rajo Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Dan bagaimana tinjauan Fiqih Muamalah terhadap sistem bagi hasil antara pemilik pohon nira dengan pengelola di Kenagarian Koto Rajo Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah dengan menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan deskriptif yaitu menggambarkan fenomena-fenomena atau kejadian yang terjadi dilapangan apa adanya secara ilmiah. Teknik pengmpulan data yang digunakan terdiri dari wawancara langsung dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk mengelola data dan menganalisis data dilakukan dengan editing data dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bagi hasil yang berlaku belum memenuhi ketentuan syariah, di mana pihak pengelola gula aren tidak pernah memberikan hasil dari air nira yang diolah menjadi gula aren tersebut. Dalam tinjauan fiqih muamalah, praktik tersebut mengandung unsur gharar (ketidakjelasan akad) di mana perjanjian antara pihak pengelola dengan pemilik pohon aren hanya dilakukan secara lisan dan tidak memenuhi syarat keadilan sebagaimana diatur dalam akad musaqah. Kata kunci : Fiqih Muamalah, Bagi Hasil, Musaqah, Pohon Nira, Gula Aren
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Ayu - Apriliani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 05:58 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 Jun 2025 05:58 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88978 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
