MUHAMAD ARIP, - (2025) FENOMENA MEMOTONG PEMBICARAAN ORANG DALAM HADIS DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KONTEKS SOSIAL KONTEMPORER. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV-3_compress - MUHAMAD ARIP Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN-3 - MUHAMAD ARIP Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
pernyataan - MUHAMAD ARIP Ilmu Hadis S1.pdf - Published Version Download (104kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Fenomena Memotong Pembicaraan Orang Dalam Hadis Dan Implementasinya Dalam Konteks Sosial Kontemporer”. Nabi Muhammad SAW sebagai sosok suri tauladan bagi umat manusia telah mengajarkan dan memberi panduan agar hidup manusia menjadi terarah dari segala aspek. Tidak terkecuali dalam hal berbicara atau berkomunikasi. Dan telah jelas disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad bin Hanbal No 26460 tentang adab berbicara khususnya memotong pembicaraan orang. Berangkat dari hal ini maka pada skripsi ini akan membahas mengenai hadis memotong pembicaraan orang dalam hadis dan implementasinya dalam konteks sosial kontemporer. Dengan rumusan masalah yaitu: Bagaimana status dan pemahaman hadis riwayat Ahmad bin Hanbal No 26460 dan bagaimana implementasinya dalam konteks sosial kontemporer. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, jenis penelitian kepustakaan (library research), dan teknik pengumpulan data penelitian dengan melakukan takhrij hadis, mengumpulkan data berdasarkan lafaz hadis dan kitab serta buku yang mendukung penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, status dan pemahaman hadis riwayat Ahmad bin Hanbal No 26460 secara kualitas berstatus shahih lighairihi dan secara kuantitas berstatus ahad aziz. Kedua, implementasinya dalam konteks sosial kontemporer yakni memotong pembicaraan orang lain tidak secara mutlak dilarang, artinya boleh saja akan tetapi harus memenuhi syarat yakni dengan izin (intruksi) dan bijaksana. Jika diterapkan pada forum debat, proses pembelajaran, dan dilingkungan keluarga dan sosial, seseorang yang ingin memotong atau menyanggah pembicaraan orang lain, haruslah dengan mengedepankan etika-etika yang berlaku menurut hadis yakni dengan cara yang bijaksana yaitu dengan perizinan. Jika didalam proses penyanggahan tidak diberi izin lawan bicara maka jangan bertentangan agar tidak melanggar etika-etika berkomunikasi sesuai syariat didalam hadis yang berakibat tidak kondusifnya forum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.125 Hadits | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Hidayani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 02:01 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Jul 2025 04:25 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88927 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
