NAHDATUL TRI OLVI, - (2025) PENGARUH LIKUIDITAS, DEBT DEFAULT, COMPANY GROWTH DAN CASH FLOW TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN (STUDI PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DAN LOGISTIK YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2021-2023). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI NAHDATUL TRI OLVI (TANPA BAB IV) - NAHDATUL TRI OLVI AKUNTANSI.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI NAHDATUL TRI OLVI (BAB IV) - NAHDATUL TRI OLVI AKUNTANSI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (748kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
pernyataan penyerahan skripsi - NAHDATUL TRI OLVI AKUNTANSI.pdf - Published Version Download (366kB) | Preview |
Abstract
Opini audit going concern dapat menurunkan kepercayaan investor dan kreditur, serta berdampak pada kelangsungan bisnis, seperti kesulitan pendanaan dan penurunan reputasi. Kasus pada PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) yang menerima opini audit going concern menunjukkan pentingnya memahami faktor- faktor yang memengaruhi pemberian opini tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas, debt default, company growth, dan cash flow terhadap opini audit going concern. Penelitian dilakukan pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder dari situs resmi BEI. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dan diperoleh 26 perusahaan dengan total 78 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik dengan bantuan SPSS versi 30.Hasil pengujian menunjukkan bahwa likuiditas (koefisien = -0,875; sig. = 0,031) dan cash flow (koefisien = -15,652; sig. = 0,003) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap opini audit going concern. Temuan ini sejalan dengan teori agensi, yang menyatakan bahwa manajer mengelola perusahaan demi kepentingan pemilik, dan auditor akan mempertimbangkan risiko keberlanjutan usaha ketika kondisi keuangan memburuk, seperti likuiditas dan arus kas yang rendah. Sebaliknya, debt default (koefisien = -0,449; sig. = 0,667) dan company growth (koefisien = 1,025; sig. = 0,353) tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini tidak sejalan dengan teori agensi yang menunjukkan bahwa auditor menilai kelangsungan usaha perusahaan secara menyeluruh, bukan hanya menjadikan company growth dan debt default sebagai acuan utama dalam memberikan opini audit going concern. Keterbatasan penelitian ini pada penggunaan variabel yang terbatas, fokus pada satu sektor, dan periode observasi hanya tiga tahun, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 650 Bisnis > 657 Akuntansi | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Akuntansi | ||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2025 03:39 | ||||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2025 03:39 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88879 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
