HARDINA, - (2025) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN CERAI GUGAT KARENA KETIDAKMAMPUAN MEMBERIKAN NAFKAH LAHIR YANG LAYAK DI PENGADILAN AGAMA TEMBILAHAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
TESIS HARDINA - Hardina Hardina.pdf - Published Version Download (9MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - Hardina Hardina.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (756kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
pernyataan upload hardina - Hardina Hardina.pdf - Published Version Download (335kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Hardina (2025): Analisis Hukum Islam Terhadap Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Putusan Cerai Gugat Karena Ketidakmampuan Memberikan Nafkah lahir Yang Layak Di Pengadilan Agama Tembilahan Konsep keluarga Islam tidak membedakan hak dan kewajiban antara suami dan istri. Istri mempunyai hak atas suami mereka, seimbang dengan hak yang ada pada suami atas diri mereka. Sehingga jika salah satu pihak merasa haknya tidak terpenuhi maka bisa mengakibatkan perceraian. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode pendekatan normatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim pada putusan cerai gugat karena tidak mampu memberi nafkah lahir yang layak, untuk mengetahui hal yang menjadi penyebab cerai gugat karena ketidakmampuan memberikan nafkah lahir yang layak serta untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam putusan cerai gugat karena ketidakmampuan memberikan nafkah yang layak. Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya: Pertama, pertimbangan para hakim dalam memutuskan perkara cerai gugat karena ketidakmampuan memberikan nafkah lahir yang layak adalah merujuk pada sebab akibat yang timbul dari alasan tersebut yakni pertengkaran dan perselisihan yang terjadi karena ketidakmampuan memberikan nafkah lahir yang layak, bukan berdasarkan isi pokok gugatan. Kedua, putusan cerai gugat karena ketidakmampuan suami memberikan nafkah lahir yang layak bukan semata-mata hanya karena hal tersebut, melainkan ada beberapa hal lainnya yang menyebabkan istri mengajukan cerai gugat dengan alasan suami tidak mampu memberikan nafkah lahir yang layak dan hal tersebut tentunya berasal dari diri suami, istri ataupun suami istri tersebut. Ketiga, analisis pada pertimbangan hakim dalam memutuskan 7 (tujuh) putusan tersebut bukanlah melihat apa yang tertera dalam gugatan, melainkan sebab-akibat dari alasan ataupun gugatan yang diajukan sebagai alasan cerai gugat. Sebab-akibat yang muncul dari alasan yang diajukan dalam gugatan itu sendiri adalah terjadinya perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga, sehingga terciptalah hubungan yang tidak harmonis lagi antara suami istri sebab alasan-alasan tersebut, serta tandarisasi ataupun kritetia nafkah yang layak tidak dapat dikatakan sama, karena pada dasarnya nafkah itu adalah apa yang diberikan suami atas usaha dan kemampuannya". Kata Kunci: Nafkah, Layak, Putusan, Cerai Gugat.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 Jun 2025 07:26 | ||||||||||||
| Last Modified: | 20 Jun 2025 07:26 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88734 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
