ERFITA, - (2025) STATUS KEMAHRAMAN AKIBAT SEPERSUSUAN TIDAK LANGSUNG (Studi Komparatif antara Pendapat Ibnu Qudamah dan Ibnu Hazm). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - Erfita Fitri.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
BAB HASIL - Erfita Fitri.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text
PERNYATAAN PUBLIKASI - Erfita Fitri.pdf - Published Version Download (315kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Erfita, (2025): Status Kemahraman Akibat Sepersusuan tidak Langsung (Studi Komparatif antara Ibnu Qudamah dan Ibnu Hazm) Penelitian ini membahas tentang konsep mahram memiliki peran penting dalam menentukan batas pergaulan dan pernikahan, yang mana salah satu penyebab timbulnya hubungan mahram yaitu melalui persusuan, di mana seorang anak yang menyusu kepada wanita selain ibu kandungnya akan memiliki kedudukan hukum seperti anak kandung terhadap wanita tersebut dan keluarganya. Tujuan penelitian ini yaitu; pertama, untuk mengetahui status kemahraman akibat sepersusuan tidak langsung menurut Ibnu Qudamah. Kedua, untuk mengetahui status kemahraman akibat sepersusuan tidak langsung menurut Ibnu Hazm. Ketiga, mengetahui analisis fiqih muqarran terhadap pendapat dari Ibnu Qudamah dan Ibnu Hazm tentang akibat sepersusuan tidak langsung. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa kitab al-Mughni karya Ibnu Qudamah dan al-Muhalla karya Ibnu Hazm. Adapun data sekunder diperoleh dari berbagai buku yang memiliki relevansi dengan topik yang dibahas dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif serta komparatif. Dalam proses analisis data, penulis menerapkan metode deskriptif untuk menyajikan data, kemudian menggunakan metode induktif dengan cara menelaah data yang ada dan menarik kesimpulan secara umum. Hasil penelitian ini adalah: pertama, menurut Ibnu Qudamah, sepersusuan tidak langsung tetap menyebabkan mahram, karena ia menganggap bahwa yang menjadi patokan kemahraman radha’ah adalah masuknya ASI ke dalam perut bayi, yang membuatnya kenyang, sehingga ASI berpengaruh dalam mendukung pertumbuhan tulang dan daging, dengan demikian menurutnya penyusuan tidak langsung juga termasuk dalam kategori radha'ah. Kedua, menurut Ibnu Hazm, sepersusuan tidak langsung tidak menyebabkan mahram, karena menurutnya sifat susuan yang menyebabkan hubungan mahram, tidak lain adalah air susu yang dihisap langsung oleh mulut bayi dari puting ibu yang menyusui. Ketiga, dalam konteks hukum kemahraman akibat penyusuan, pendapat Ibnu Qudamah dinilai lebih kuat karena menggabungkan antara dalil tekstual dan tujuan hukum Islam yaitu menjaga nasab, keturunan dan hubungan sosial. Kata Kunci: Kemahraman, Sepersusuan, ASI.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 297 Islam > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mrs. Rasdanelis | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 Jun 2025 04:16 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Jul 2025 08:52 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88727 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
