Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PEMATAHAN DORMANSI DAN PERTUMBUHAN TUNAS BULBIL PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DENGAN PEMBERIAN KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN NAPTHALENE ACETIC ACID

CATUR RANI, - (2025) PEMATAHAN DORMANSI DAN PERTUMBUHAN TUNAS BULBIL PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DENGAN PEMBERIAN KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN NAPTHALENE ACETIC ACID. Skripsi thesis, UIN SUSKA.

[img]
Preview
Text
Surat Pernyataan Serah Simpan Karya Catur - Catur Rani.pdf

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi Lengkap Tanpa BAB 4 Hasil - Catur Rani.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB 4 HASIL - Catur Rani.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (449kB)

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan komoditas pangan yang nilai ekspornya terus meningkat. Perbanyakan Porang melalui bulbil mengalami masa dormansi 4-5 bulan. Sehingga diperlukan ZPT seperti yang dapat mematahkan dormansi dan pertumbuhan tunas yaitu Napthalene Acetic Acid. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi, lama perendaman, dan interaksi konsentrasi NAA dan lama perendaman terbaik dalam mematahkan dormansi dan pertumbuhan tunas Bulbil Porang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Agrostologi dan Rumah kasa UARDS, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, pada bulan Oktober 2024 sampai Januari 2025, dengan menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi NAA (0, 150, 300, 400, dan 600 mg/L), faktor kedua yaitu lama perendaman (1, 3 dan 6 jam) yang diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati yaitu waktu muncul tunas, daya bertunas, jumlah tunas, panjang tunas, dan persentase tunas berakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi NAA berpengaruh nyata pada parameter waktu muncul tunas, daya bertunas, jumlah tunas, panjang tunas, dan persentase tunas berakar, perlakuan Lama perendaman berpengaruh nyata pada parameter Panjang Tunas, dan perlakuan interaksi antara konsentrasi NAA dan lama perendaman tidak berpengaruh nyata. Disimpulkan bahwa Konsentrasi 600 mg/L merupakan perlakuan terbaik untuk mematahkan dormansi pada parameter Waktu Muncul Tunas (18,08 hari) dan konsentrasi 150 mg/L merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan tunas pada parameter Daya Bertunas (71,11 %), Jumlah Tunas (4,90 tunas), Panjang Tunas (15,34 cm), dan Persentase Tunas Berakar (19,78 % ). Lama perendaman terbaik adalah 1 jam pada parameter Panjang Tunas (16,30 cm). Kata Kunci: auksin, bulbil porang, dormansi, napthalene acetic acid

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorNovita Hera, -2015118601novita.hera@uin-suska.ac.id
Thesis advisorIrwan Taslapratama, -2004077801irwantasla@uin-suska.ac.id
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian > 630.7 Pendidikan Pertanian, Riset Penelitian Pertanian
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Agroteknologi
Depositing User: Gusneli -
Date Deposited: 20 Jun 2025 04:13
Last Modified: 20 Jun 2025 04:13
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88720

Actions (login required)

View Item View Item