NADILA RISKYA, - (2025) PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PEMENUHAN NAFKAH OLEH ISTRI SEBAGAI RESELLER KOSMETIK ILEGAL DITINJAU DALAM HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI NADILA RISKYA - Nadila Riskya.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - Nadila Riskya.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (925kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN UPLOAD - Nadila Riskya.pdf - Published Version Download (565kB) | Preview |
Abstract
Persepsi Tokoh Masyarakat Terhadap Pemenuhan Nafkah Oleh Istri Sebagai Reseller Kosmetik Ilegal Ditinjau Dalam Hukum Islam (Studi Kasus Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak) Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena dimana seorang istri bekerja untuk keluarganya. Pekerjaan yang dipilih oleh istri tersebut adalah menjual kosmetik ilegal, dimana kosmetik tersebut telah diumumkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai produk yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan bagaimana persepsi tokoh masyarakat tentang pemenuhan nafkah oleh istri sebagai reseller kosmetik ilegal dan bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap pemenuhan nafkah oleh istri sebagai reseller kosmetik ilegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan jenis penelitian kualitatif dan strategi studi kasus untuk menggali persepsi masyarakat terhadap istri yang menafkahi keluarga melalui usaha kosmetik ilegal. Studi kasus ini meneliti pengalaman seorang ibu rumah tangga sebagai reseller kosmetik ilegal guna memahami latar belakang sosial dan hukum dari tindakannya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan narasumber yaitu tokoh masyarakat dan pelaku usaha. Berdasarkan hasil penelitian, seluruh tokoh masyarakat sepakat bahwa bekerja sebagai reseller kosmetik ilegal adalah haram. Hal tersebut sudah sejalan dengan hukum Islam. Meskipun demikian, praktik ini masih terus berlangsung di tengah masyarakat. Penyebab utama dari keberlanjutan aktivitas tersebut bukan karena kurangnya pemahaman akan hukum, tetapi sikap pasif dalam memberikan nasihat. Penjualan kosmetik ilegal, yang telah dinyatakan oleh BPOM mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan zat kimia lainnya termasuk dalam kategori menjual barang yang membahayakan, dalam Islam menjual sesuatu yang membahayakan orang lain hukumnya adalah haram. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih yang menyatakan bahwa “Hukum asal sesuatu yang bermanfaat adalah boleh dan hukum asal sesuatu yang berbahaya adalah haram” selain itu dalam hadis Rasulullah saw disebutkan “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain”. Maka pekerjaan yang dilakukan dalam kasus ini bukanlah pekerjaan yang dibenarkan secara syar‟i. Dalam kaidah fiqih disebutkan “Segala sesuatu yang mengantarkan kepada yang haram, maka hukumnya juga haram” Dengan demikian, meskipun niat istri bekerja dalam rangka membantu ekonomi keluarga, namun apabila cara yang ditempuh menuju tujuan tersebut adalah haram, maka hasilnya juga haram menurut Islam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mrs Rina Amelia - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2025 07:49 | ||||||||||||
| Last Modified: | 18 Jun 2025 07:49 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88665 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
