MUHAMAD SUBHAN, - (2025) TINJAUAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KOTA DUMAI NOMOR: 39/PDT.P/2024/PA.DUM PERIHAL PENETAPAN NASAB ANAK NIKAH SIRI PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
THESIS FULL - Muhamad Subhan.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN - Muhamad Subhan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (752kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250616_16101166 - Muhamad Subhan.pdf - Published Version Download (124kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Muhamad Subhan (2025) : Tinjauan Putusan Pengadilan Agama Kota Dumai Nomor : 39/Pdt.P/2024/Pa.Dum Perihal Penetapan Nasab Anak Nikah Siri Perspektif Hukum Keluarga Islam Pernikahan siri adalah pernikahan yang sah dilakukan menurut agama namun secara hukum perundang-undangan tidak sah karena tidak tercatatnya suatu perkawinan di kantor pencatatan sipil. Maka hal tersebut adalah salah satu perkara yang masuk di Pengadilan Agama Kota Dumai, Nomor: 39/Pdt.P/2024/Pa.Dum dimana dalam kasusnya pernikahan siri tersebut termasuk kedalam pernikahan fasid karena tidak terpenuhinya salah syarat atau rukun dalam pernikahan. Namun didalam putusannya hakim menetapkan bahwa anak hasil dari pernikahan siri tersebut adalah anak sah dan dinasabkan ke ayah dan ibu sebagai orang tua biologis atas anak tersebut. Demi menjaga agar tetap terpenuhinya hak seorang, karena seorang anak tidak menanggung dosa orang tua yang telah menikah sebelumnya secara siri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library reserach), pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan sumber data yaitu sekunder dan menggunakan teknik pengumpulan data yang yaitu teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengkabulan hakim terhadap penetapan asalusul seorang anak yang berdasarkan hukum Islam dari perkawinan nikah siri ini agar dinasabkan kepada ayah biologis disebabkan karena dalam penyelidikan kasus tersebut di tetapkan bahwa pernikahan siri tersebut adalah pernikahan fasid. Adapun dasar dalam pertimbangan penetapan putusan tersebut ialah berdasarkan pendapat Ahli Hukum Islam, Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Fiqh al-Islam waadillatuhu jilid 10, hal. 7256. Keputusan hakim ini sejalan dengan ajaran Islam untuk memelihara dan melestarikan keturunan Hifzhu al-Nasl dan dalam penetapannya hakim menggunakan putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010) sebagai payung hukum. Kata Kunci: Nasab Anak, Pernikahan Siri, Hukum Islam
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 17 Jun 2025 00:44 | ||||||||||||
| Last Modified: | 17 Jun 2025 00:44 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88606 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
