Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

TINJAUAN FIQIH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK SISTEM JUAL BELI BUAH DURIAN (Studi Kasus Korong Panggie-Panggie, Limpato Sungai Sariak, VII Koto, Padang Pariaman)

MOCHAMAD RAMADHAN, - (2025) TINJAUAN FIQIH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK SISTEM JUAL BELI BUAH DURIAN (Studi Kasus Korong Panggie-Panggie, Limpato Sungai Sariak, VII Koto, Padang Pariaman). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - Rama Ramadhan.pdf - Updated Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Rama Ramadhan.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN - Rama Ramadhan.pdf - Published Version

Download (344kB) | Preview

Abstract

TINJAUAN FIQIH MUA’MALLAH TERHADAP PRAKTIK SISTEM JUAL BELI BUAH DURIAN (Studi Kasus Korong Panggie-Panggie, Limpato Sungai Sariak, VII Koto, Padang Pariaman) ABSTRAK Penelitian ini membahas praktik jual beli buah durian dengan sistem sewa menyewa jasa di Korong Panggie-Panggie, Limpato Sungai Sariak, VII Koto, Padang Pariaman, dalam perspektif fiqih muamalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan sistem tersebut dan menilai kesesuaiannya dengan hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli buah durian di lokasi penelitian menggunakan sistem sewa jasa dalam menjualkan hasil panen, di mana pemilik kebun menyewa jasa penjual untuk menjual durian dengan pembayaran yang disepakati di awal. Namun, dalam pelaksanaannya, ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan prinsip fiqih muamalah, seperti unsur ketidakjelasan akad dan wanprestasi (ingkar janji) oleh penjual yang memotong keuntungan tanpa kesepakatan awal. Hal ini menyebabkan pemilik kebun merasa dirugikan dan menimbulkan konflik dalam transaksi. Dari perspektif fiqih muamalah, praktik ini dianggap tidak sah karena mengandung unsur gharar (ketidakpastian) dan penipuan yang bertentangan dengan prinsip jual beli dalam Islam. Oleh karena itu, disarankan agar transaksi jual beli dilakukan dengan akad yang lebih jelas dan tertulis untuk menghindari kerugian salah satu pihak. Selain itu, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap hukum ekonomi syariah diperlukan untuk menciptakan transaksi yang adil dan sesuai dengan syariat Islam. Kata Kunci: Jual beli, ijarah, fiqih muamalah, sistem sewa jasa, akad.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAMRUL MUZAN, -2027027701muzan1977@yahoo.com
Thesis advisorKEMAS MUHAMMAD GEMILANG, -2127089204kemas.muhammad.gemilang@uin-suska.ac.id
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Mrs Rina Amelia -
Date Deposited: 11 Jun 2025 05:38
Last Modified: 11 Jun 2025 05:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88467

Actions (login required)

View Item View Item