MIFTAHUL FITRIA KUMAR, - (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMENUHAN NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN (STUDI KASUS DESA GOBAH, KEC. TAMBANG, KAB. KAMPAR). Skripsi thesis, UNSPECIFIED.
|
Text
SURAT PERNYATAAN - Miftah Kumar.pdf - Published Version Download (585kB) | Preview |
|
|
Text
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - Miftah Kumar.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text
BAB HASIL - Miftah Kumar.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only until 2025. Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Miftahul Fitria Kumar, (2025) : Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemenuhan Nafkah Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus Desa Gobah Kec. Tambang KAB. Kampar) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perceraian yang berdampak pada terabaikannya hak-hak nafkah anak, baik berupa kebutuhan fisik seperti makanan, pakaian, dan pendidikan, maupun kebutuhan batin seperti kasih sayang dan perhatian. Di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, ditemukan fenomena di mana banyak anak tidak mendapatkan nafkah yang semestinya dari orang tua, khususnya ayah, pasca perceraian. Dalam konteks ini, penting untuk meninjau bagaimana Islam memandang kewajiban nafkah terhadap anak setelah perceraian terjadi. Adapun pe.rmasalahan dalam pe.ne.litian ini adalah apa faktor yanng mempengaruhi tidak terpenuhinya nafkah anak pasca perceraian di desa Gobah kec. Tambang bagaimana Tinjauan hukum Islam terhadap pemenuhan nafkah anak pasca perceraian Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian ini adalah di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Informan dalam penelitian ini adalah enam orang tua yang telah bercerai dan tidak memenuhi nafkah anak pasca perceraian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara langsung, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mantan suami tidak memenuhi kewajiban nafkah terhadap anak karena alasan ekonomi, seperti tidak memiliki pekerjaan tetap atau bekerja di luar daerah (merantau). Padahal, dalam perspektif hukum Islam maupun peraturan perundang-undangan di Indonesia, kewajiban nafkah terhadap anak tetap melekat pada ayah meskipun ia telah bercerai dari ibu anak tersebut. Kata Kunci : Pemenuhan Nafkah Anak, Hukum Islam
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||
| Date Deposited: | 11 Jun 2025 03:04 | ||||||||
| Last Modified: | 11 Jun 2025 03:04 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88456 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
