AMALIA SAFITRI, - (2025) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN PENTAHELIX DI KABUPATEN KAMPAR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELITIAN (BAB V) - Amalia Safitri.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text
FILE HASIL PENELTIIAN (BAB V) - Amalia Safitri.pdf Download (747kB) | Preview |
|
|
Text
surat publikasi - Amalia Safitri.pdf Download (348kB) | Preview |
Abstract
AMALIA SAFITRI(2025) : COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN PENTAHELIX DI KABUPATEN KAMPAR,,,,Permasalahan stunting di Kabupaten Kampar menjadi permasalahan serius yang memerlukan pendekatan adaptif dan partisipatif. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana collaborative governance dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan teori Ratner 2012. Teori Collaborative Governance menggunakan suatu indicator yang terdiri dari Identifying Obstacles and Opportunities, Debating Strategi For Influence, dan Planning Collaborative Actions. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi, sumber data nya menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Kampar, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri-sendiri melainkan juga membutuhkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini harus didasarkan oleh MoU (Memorandum of Understanding) agar masing-masing pihak yang terlibat dapat bertanggung jawab dan menjalankan perannya masing-masing. Kolaborasi pentahelix telah dilakukan sebagai bagian dari upaya menangani anak stunting. Namun, sinergi dalam kolaborasi tersebut masih perlu diperkuat agar penanganan yang diberikan lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Menurut peneliti di dalam teori Ratner, yang menekankan pentingnya koordinasi dan komitmen dalam kolaborasi pentahelix sangat penting untuk menangani permasalahan anak stunting. Oleh karena itu, collaborative governance dalam pendekatan pentahelix sebagai pedoman untuk menciptakan tata kelola pemeerintah yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam menangani isu stunting yang ada di Kabupaten Kampar. Kata kunci : Collaborative Governance, Stunting, dan pentahelix
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 362 Kesejahteraan Sosial, Permasalahan dan Layanan Sosial | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Administrasi Perpajakan | ||||||||||||
| Depositing User: | Mrs. Rasdanelis - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 11 Jun 2025 02:20 | ||||||||||||
| Last Modified: | 11 Jun 2025 06:31 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88453 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
