Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KEWAJIBAN ORANG TUA MEMENUHI NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF SAD AL-DZARI`AH

DARMAWAN TIA INDRAJAYA, - (2025) KEWAJIBAN ORANG TUA MEMENUHI NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF SAD AL-DZARI`AH. Disertasi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GAB)
DISERTASI PDF OK. - darmawan tia.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV (1) - darmawan tia.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
pernyataan publikasi - darmawan tia.pdf - Published Version

Download (281kB) | Preview

Abstract

Disertasi ini ditulis dengan latar belakang masalah dimana penalaran hukum yang masih kosong dari upaya preventif terhadap hilangnya perlindungan anak pasca perceraian terkait hak nafkah. Sementara dalam persyaratan nikah dalam pemeriksaan syarat perkawinan tidak dibedakan antara calon pengantin bujang (yang belum pernah menikah) maupun duda sehingga menyebabkan alfanya negara untuk memeriksa jaminan duda untuk memenuhi kewajiban terhadap anak yang pada umumnya memang tinggal bersama ibunya pasca perceraian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pustaka (library research) dengan sumber data primer peraturan perundangan terkait syarat perkawinan, nafkah anak dan pidana pengabaian nafkah anak. Penelitian ini menemukan bahwa Konsep sad al-dzari`ah merupakan hal yang sangat urgen dalam konteks syarat dan rukun perkawinan duda untuk melidungi hak anak pasca perceraian. Hal ini didasarkan pada sistem hukum yang ada di Indonesia yang tidak mampu melindungi anak tersebut baik dari sisi legal substance, legal structure maupun legal culture. Dari aspek legal substance keberadaan Undang-Undang Perkawinan Dan Kompilasi Hukum Islam tidak memenuhi aspek legalitas dalam hal kewajiban nafkah anak karena tidak memiiliki sanksi hukum yang tegas. Berdasarkan penalaran tersebut maka diperlukan konstruksi hukum terkait syarat perkawinan bagi duda dalam rangka melindungi hak nafkah anak dengan memeriksa jaminan akan memenuhi hak nafkah anak melalui berbagai mekanisme yang dapat diterima di pengadilan. Mekanisme tersebut dapat didasarkan pada analogi persyaratan sebagaimana seorang yang akan melakukan poligami di antaranya dengan pemeriksaan izin isteri sebelumnya di depan pengadilan. Untuk itu seorang duda yang akan melakukan perkawinan pasca perceraian harus mendapatkan izin pengadilan yang menentukan pandangan hakim bahwa persyaratan yang diajukan dapat memenuhi terjaminnya hak nafkah anak hasil perkawinan sebelumnya.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorZIKRI DARUSSAMIN, -2015056001zikri.darussamin@uin-suska.ac.id.
Thesis advisorASLATI, -2017087002aslati@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Program Pascasarjana > S3 > Hukum Keluarga
Depositing User: Mr Eko Syahputra
Date Deposited: 03 Jun 2025 12:15
Last Modified: 03 Jun 2025 12:15
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88314

Actions (login required)

View Item View Item