RIZKI AULYA, - (2025) HUKUM MEMBATALKAN PUASA SUNNAH TANPA UDZUR STUDI KOMPERATIF IMAM AN- NAWAWI DAN IMAM AL-QARAFI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB IV.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB Hasil)
BAB IV PEMBAHASAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Rizki Aulya (2025): Hukum Membatalkan Puasa Sunnah Tanpa Udzur (Studi Komperatif Imam An-Nawawi dan Imam Al-Qarafi) Pe.nulisan skripsi ini dilatarbe.lakangi ole.h dua pandangan dari tokoh fiqih terkemuka, yaitu Imam An-Nawawi dan Imam Al-Qarafi, yang me.miliki pe.rspe.ktif be.rbe.da dalam me.mahami dan me.lihat pe.rmasalahan hukum me.mbatalkan puasa sunnah tanpa udzur. Pe.rbe.daan pe.ndapat ini muncul kare.na adanya pe.rbe.daan dalil, pandangan, cara me.lihat, se.rta situasi dan kondisi yang ada, hingga me.me.rlukan pe.ngkajian le.bih me.ndalam me.nge.nai pe.rbe.daan te.rse.but. Rumusan masalah dalam pe.ne.litian ini adalah bagaimana pe.ndapat Imam An-Nawawi dan Imam Al-Qarafi tentang hukum me.mbatalkan puasa sunnah tanpa udzur, bagaimana metode istinbath dari dalil. yang digunakan dan analisis fiqih muqarana terhadap hukum membatalkan puasa sunnah tanpa udzur. Je.nis pe.ne.litian yang digunakan adalah kajian normatif hukum islam de.ngan me.tode. studi ke.pustakaan (Library Re.se.arch) yang me.libatkan analisis lite.ratur yang be.rhubungan de.ngan pe.mbahasan ini. Sumbe.r data prime.r yang digunakan dalam pe.ne.litian ini adalah kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdhab karya Imam An-Nawawi dan kitab Adz-Dzakhirah karya Imam Al-Qarafi, se.rta sumbe.r data se.kunde.r yang dipe.role.h dari kitab-kitab lain yang re.le.van de.ngan isu hukum me.mbatalkan puasa sunnah tanpa udzur. Pe.nulis me.nggunakan pe.nde.katan de.skriptif (pe.nje.lasan) dan kompe.ratif (pe.rbandingan) untuk me.mbandingkan pe.ndapat Imam An-Nawawi dan Imam Al-Qarafi. Dari hasil pe.ne.litian, me.nujukkan bahwa dalam masalah hukum me.mbatalkan puasa sunnah tanpa udzur, Imam An-Nawawi be.rpe.ndapat bahwa tindakan te.rse.but adalah makruh dan tidak diwajibkan untuk diqadha, se.dangkan Imam Al-Qarafi be.rpe.ndapat bahwa me.mbatalkan puasa sunnah tanpa udzur harus diikuti de.ngan ke.wajiban qadha. Se.te.lah dikaji dan dite.liti, pe.nulis le.bih ce.nde.rung kepada pe.ndapat Imam An-Nawawi kare.na pe.ndapat te.rse.but berlandaskan pada prinsip fleksibilitas dan kemudahan (tasyir) dalam menjalankan ibadah sunnah serta didukung dengan dalil hadist shahih no.1154 yang diriwayat oleh Muslim, bahwa Nabi SAW pernah membatalkan puasa sunnah tanpa udzur karena dijamu makanan. Kata Kunci: Puasa Sunnah, Hukum, Imam An-Nawawi, Imam Al-Qarafi, Qadha.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 10 Jun 2025 07:41 | ||||||||||||
| Last Modified: | 16 Jun 2025 04:21 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88212 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
