Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONSUMSI MAKANAN BERLEBIHAN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR ILMI Studi Kasus Prader Willi-Syndrome dan Binge Eating Disorder

RISKYA SAFITRI SIREGAR, - (2025) KONSUMSI MAKANAN BERLEBIHAN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR ILMI Studi Kasus Prader Willi-Syndrome dan Binge Eating Disorder. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB IV PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Konsumsi Makanan Berlebihan dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Ilmi Studi Kasus Prader Willi-Syndrome dan Binge Eating Disorder.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara perintah dalam QS. al-A’raf ayat 31 untuk tidak berlebihan dalam makan, dengan kenyataan meningkatnya penyakit seperti obesitas yang sebagian besar disebabkan oleh konsumsi makanan yang berlebihan. Namun, tidak semua perilaku makan berlebihan disebabkan oleh hawa nafsu semata, melainkan ada juga yang disebabkan oleh faktor tertentu, seperti Prader Willi-Syndrome (PWS) dan Binge Eating Disorder (BED). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan QS. al-A’raf: 31 melalui perspektif Tafsir Ilmi, menjelaskan dampak makan berlebihan terhadap kesehatan, serta menganalisis secara kontekstual apakah PWS dan BED termasuk dalam makan berlebihan yang dimaksud dalam ayat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, tafsir Ilmi, dan ilmu kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Tafsir Ilmi, QS. al-A’raf: 31 mengandung anjuran untuk menjalankan pola diet seimbang sesuai kebutuhan kalori tiap individu. Berlebihan dalam makan juga dikaitkan dengan perilaku jahiliyah yang mengharamkan makanan yang dihalalkan Allah seperti daging, lemak, bahirah, saibah, wasilah dan hammy. Ayat ini menekankan larangan makan berlebihan sebagai bentuk syukur, menjauhkan diri dari sifat boros, sombong dan hedon. Meskipun PWS dan BED melibatkan konsumsi makanan berlebihan, secara kontekstual keduanya tidak termasuk dalam makan berlebihan yang dimaksud dalam ayat tersebut, karena keduanya disebabkan oleh faktor genetik dan psikologis, serta memerlukan penanganan medis dan dukungan serta pemantauan dari pihak keluarga, berbeda dengan orang yang makan berlebihan karena dorongan hawa nafsu dan tidak mensyukuri nikmat Allah Swt. Kata Kunci: Makan berlebihan, QS. al-A’raf: 31, Pradar Willi Syndrome, Binge Eating Disorder, Kontekstual ayat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAFRIZAL NUR, -2008018001afrizal.nur@uin-suska.ac.id
Thesis advisorMASYHURI PUTRA, -2022047101masyhuriumar@gmail.com
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 23 May 2025 01:10
Last Modified: 23 May 2025 01:10
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88136

Actions (login required)

View Item View Item