SAVIRA ARMADANI, - (2025) PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN PEMBERIAN HADIAH OLEH MURID DI PONDOK PESANTREN UKHUWWAH ISLAMIYAH KECAMATAN SIAK HULU PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Savira Armadani, (2025): Persepsi Guru Tentang Pelaksanaan Pemberian Hadiah Oleh Murid Di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyah Kecamatan Siak Hulu Perspektif Fiqh Muamalah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan persepsi guru tentang pelaksanaan pemberian hadiah oleh murid di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyah Kecamatan Siak Hulu. Dalam Islam, hadiah dianjurkan sebagai bentuk penghormatan dan upaya mempererat hubungan sosial. Namun, dalam konteks pendidikan, pemberian hadiah kepada guru dapat menimbulkan permasalahan etis dan hukum jika memiliki tujuan tertentu yang dapat mempengaruhi objektivitas guru dalam mengajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua aspek utama, yaitu: bagaimana persepsi guru tentang pelaksanaan pemberian hadiah di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyah Kecamatan Siak Hulu, dan bagaimana perspektif fiqh muamalah terhadap persepsi guru tentang pelaksanaan pemberian hadiah di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyah Kecamatan Siak Hulu. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap guru dan murid, serta dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 42 orang, dengan sampel sebanyak 13 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap pemberian hadiah dari murid beragam. Sebagian guru menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi dan kasih sayang, selama diberikan dengan tulus dan tidak mempengaruhi profesionalisme. Sebagian lainnya menolak hadiah untuk menjaga keadilan, menghindari prasangka negatif, serta mencegah beban bagi murid yang kurang mampu. Dalam perspektif fiqh muamalah, hadiah kepada guru dikategorikan sebagai pemberian yang mubah (boleh) selama tidak bertujuan untuk mempengaruhi penilaian akademik atau perlakuan khusus dari guru ke murid. Penelitian ini menegaskan bahwa pemberian hadiah dalam pendidikan harus dilakukan dengan niat yang tulus dan tanpa mengharapkan imbalan tertentu agar tetap sesuai dengan prinsip fiqh muamalah. Kata kunci: Hadiah, Persepsi, Fiqh Muamalah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 May 2025 01:01 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 May 2025 01:01 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88131 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
