Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

HUKUM TIDAK BERPUASA RAMADHAN BAGI PEKERJA BERAT (Studi Komparatif Antara Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Wahbah al-Zuhaili )

HAMSAH HARAHAP, - (2025) HUKUM TIDAK BERPUASA RAMADHAN BAGI PEKERJA BERAT (Studi Komparatif Antara Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Wahbah al-Zuhaili ). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI HAMSAH HARAHAP.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (812kB)

Abstract

ABSTRAK Hamsah Harahap (2025): Hukum Tidak Berpuasa Ramadhan Bagi Pekerja Berat (Studi Komparatif Antara Syekh Abdullah Bin Abdul Aziz Bin Baz dan Syekh Wahbah Al- Zuhaili ) Penelitian ini dilatar belakangi oleh karena adanya perbedaan pendapat antara Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Wahbah al-Zuhaili tentang bagaimana hukum dan konsekuensi sehingga penulis mencoba menemukan muqaran atau perbandingan dintara kedua ualama tersebut dengan merumuskan permasalahan sebagai berikut : pertama bagaimana pendapat Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Wahbah al-Zuhaili tentang hukum tidak berpuasa ramadhan bagi pekerja berat. Kedua bagaimana mengistinbatskan dalil yang digunakan Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Wahbah al-Zuhaili tentang hukum tidak berpuasa ramadhan bagi pekerja berat. Ketiga, bagaimana fiqih muqaranah dan analisis pendapat Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Wahbah al-Zuhaili hukum tidak berpuasa ramadhan bagi pekerja berat. Penelitian ini berbentuk studi kepustakaan sumber yang di pakai dalam penelitian ini meliputi sumber primer yaitu kitab makmu fatawa Ibnu Baz karangan dari Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dan al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuhu karangan dari Syekh Wahbah al-Zuhaili. Dan sumber sekunder yaitu buku buku yang berkaitan dengan pembahasan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah dengan membandingkan dua pendapat Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Wahbah al-Zuhaili yakni Syekh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz berpendapat wajib hukumnya bagi pekerja berpuasa dan tidak ada baginya keringanan kepadanya. Sedangkan Syekh Wahbah al-Zuhaili berpendapat seorang pekerja berat boleh membatalkan puasanya asal mendapatkan kemudharatan, akan tetapi pekerja berat berniat berpuasa di malam hari ketika di siang hari ia mendapatkan kemudharatan maka boleh ia berbuka puasa, wajib mengqadho puasa nya di hari yang lain. Dari dua pendapat tersebut, penulis lebih condong ke pendapat Syekh Wahbah al-Zuhaili. Kata Kunci : Pekerja, Berat, Rukhsah, Dasar Hukum Puasa, dan Syarat Puasa

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorZULFAHMI BUSTAMI, --zulfahmibustami@uin-suska.ac.id
Thesis advisorBASIR, --Basir@uin-suaka.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 21 May 2025 04:37
Last Modified: 21 May 2025 04:37
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88065

Actions (login required)

View Item View Item