MUHAMMAD IKHWAN FATHILLA, - (2025) TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TENTANG KETERLAMBATAN UPAH IMAM MASJID PARIPURNA (Studi Kasus Masjid Paripurna Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB IV)
PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (358kB) |
||
|
Text
TANPA BAB IV.pdf Download (7MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Muhammad Ikhwan Fathilla (2025) Tinjauan Fikih Muamalah Tentang Keterlambatan Upah Imam Masjid Paripurna (Studi Kasus Masjid Paripurna Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru). Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan keterlambatan pembayaran upah imam di Masjid Paripurna Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip-prinsip Fikih Muamalah, khususnya terkait akad Ijarah (sewa jasa). Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah keterlambatan upah imam masjid paripurna kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru ditinjau dari Fikih Muamalah. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui apa penyebab keterlambatan pembayaran upah imam masjid paripurna kecamatan Tenayan Raya, bagaimana dampak keterlambatan pembayaran upah imam masjid paripurna kecamatan Tenayan Raya terhadap kinerja dan kesejahteraan imam dan bagaimana tinjauan Fikih Muamalah terhadap keterlambatan pembayaran upah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik pembayaran upah imam masjid paripurna dan meninjau kesesuaiannya dengan prinsip Fikih Muamalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian Staf BPKAD Kota Pekanbaru, Staf Bagian Kesra Kota Pekanbaru, Staf Kantor Camat Tenayan Raya dan Imam Masjid Paripurna Kecamatan Tenayan Raya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat praktik keterlambatan pembayaran upah imam di Masjid Paripurna kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Ditinjau dari Fikih Muamalah, keterlambatan pembayaran upah berpotensi melanggar prinsip keadilan, pembayaran upah tepat waktu dalam akad Ijarah. Keterlambatan ini dapat menimbulkan ketidakpastian dan kerugian bagi imam. Meskipun demikian, keterlambatan ini diperbolehkan karena ada kebutuhan pemerintah yang lebih mendesak dan perlu dibayar secepatnya seperti perbaikan infrastruktur dan membayar gaji pegawai dan para guru, karena imam masjid bukan menjadi pekerjaan utama, akan tetapi perlu adanya perbaikan sistem ataupun perhitungan dari pemerintah agar semua anggaran dapat dibayarkan tanpa mendzolimi pekerja, dan agar meminimalisir terjadinya hal yang merujuk keharaman. Kata kunci: Upah, Keterlambatan Upah, Fikih Muamalah, Imam Masjid, Ijarah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama 000 Karya Umum |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 May 2025 04:14 | ||||||||||||
| Last Modified: | 20 May 2025 04:16 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88022 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
