Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

THE RESILIENCE OF WOMEN IN MARYAM’S STORY: A QUR’ANIC AND MUFASSIR PERSPECTIVE

AMANDA RAMADANI, - (2025) THE RESILIENCE OF WOMEN IN MARYAM’S STORY: A QUR’ANIC AND MUFASSIR PERSPECTIVE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV AMANDA RAMADANI.pdf

Download (10MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
SKRIPSI BAB IV AMANDA RAMADANI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “The Resilience Of Women In Maryam’s Story: A Qur’anic And Mufassir Perspective” yang menyoroti sosok Maryam sebagai representasi wanita tangguh dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran para mufassir mengenai ayat-ayat yang membahas resiliensi Maryam dalam Al-Qur’an serta mengidentifikasi nilai-nilai resiliensi perempuan yang tercermin dalam kisahnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan tafsir tematik (maudhu’i). Data dikumpulkan dengan mencari lafadz “Maryam” dalam Mu’jam al-Mufahras li al-Fadh al-Qur’an al-Karim karya Muhammad Fuad bin Abdul Baqi, penulis menemukan lafadz “Maryam” disebutkan sebanyak 34 kali dalam 12 surat. Setelah menganalisis ayat-ayat Maryam tersebut maka ditemukan lima ayat utama yang membahas resiliensi Maryam, yaitu QS. Ali ‘Imran/3:45, QS. An-Nisa/4:156, QS. Maryam/19:16, 27, dan QS. At-Tahrim/66:12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Maryam mencerminkan tujuh aspek resiliensi dalam teori yang dikemukakan oleh Reivich dan Shatte, yaitu emotional regulation (kemampuan mengatur emosi), impulse control (pengendalian impuls), causal analysis (keterampilan dalam menganalisis masalah), self-efficacy (keyakinan terhadap kemampuan diri), optimism (sikap optimis), empathy (kemampuan berempati), dan reaching out (keberanian menghadapi tantangan baru). Namun, dalam perspektif Islam, resiliensi Maryam tidak hanya bersifat psikologis dan sosial, tetapi juga memiliki dimensi ketuhanan yang lebih mendalam, yaitu sabr, taqwa, tafakkur, tawakkal, husnuzhan, raḥmah, dan jihad. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi sejati dalam Islam berlandaskan pada keimanan kepada Allah SWT. Kata Kunci: Resiliensi, Perempuan, Maryam, Al-Qur'an

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAGUS FIRDAUS CHANDRA, -2129088503agus.firdaus.chandra@uin-suska.ac.id
Thesis advisorLUKMANUL HAKIM, -2002058901man89@gmail.com
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 20 May 2025 03:08
Last Modified: 20 May 2025 03:08
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88000

Actions (login required)

View Item View Item