Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

HUKUM ZAKAT BAGI PETANI KAYU MANIS DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM ( Studi Kasus Nagari Malalak Barat Kecamatan Malalak Kabupaten Agam)

HIRFAN EFFENDI, - (2025) HUKUM ZAKAT BAGI PETANI KAYU MANIS DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM ( Studi Kasus Nagari Malalak Barat Kecamatan Malalak Kabupaten Agam). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB IV.pdf

Download (5MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB IV PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Hirfan Effendi (2025) : Hukum Zakat Bagi Petani Kayu Manis Ditinjau Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Nagari Malalak Barat Kecamatan Malalak Kabupaten Agam) Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dikeluarkan oleh setiap umat muslim, dan salah satu bagian zakat tersebut adalah zakat pertanian yang mana menurut pendapat Imam Abu Hanifah bahwasanya zakat pertanian ini dikeluarkan pada setiap kali panen ketika sudah mencapai nisab yang telah di tentukan oleh syari'at. Nagari Malalak Barat mempunyai lahan pertanian yang cukup luas lebih separoh lahan pertanian tersebut ditanami kayu manis dikarenakan mayoritas masyarakat di Nagari Malalalak Barat menekuni profesi sebagai petani kayu manis yang mana hampir dari setiap masyarakat di Nagari Malalalak Barat mempunyai kebun kayu manis, akan tetapi walaupun demikian tidak seorangpun dari masyarakat di Nagari Malalak Barat yang mengeluarkan zakat dari hasil panen mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana zakat kayu manis ini menurut sperpektif Hukum Islam. Penelitian ini adalah berbentuk studi lapangan (field research). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sumber primer dan sumber skunder. Sumber data primer yaitu dari wawancara dengan masyarakat Nagari Malalak Barat yang berprofesi sebagai petani kayu manis. Sumber data skunder diperoleh dari buku-buku yang berkaintan dengan pembahasan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kayu manis wajib dikeluarkan zakatnya apabila sudah mencapai nisab pada saat setelah panen, sebagaimana halnya dengan zakat pertanian lainya. Kayu manis dapat disamakan dengan zakat pertanian lain seperti kurma, kismis, gandum, dan sebagainya. Meskipun kayu manis tidak termasuk kedalam katagori makanan pokok, namun taman ini merupakan penghasilan utama bagi masyarakat di Nagari Malalak Barat. Oleh karena itu, kayu mans ini dapat di katagorikan sebagai komoditas dalam pertanian yang wajib di keluarkan zakatnya menurut sperpektif hukum Islam. Kata kunci: Zakat, Kayu Manis, Hukum Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorYUNI HERLINA, -2002068501yuniharlina@uin-suska.ac.id
Thesis advisorMARDIANA, -2010047401mardiana@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 09 May 2025 00:51
Last Modified: 09 May 2025 00:51
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87887

Actions (login required)

View Item View Item