SYAMSUL RIZAL, - (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEPASARAN PADA AQIQAH DALAM ADAT JAWA (Studi Kasus: Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text
SKRIPSI SYAMSUL RIZAL.pdf Download (6MB) | Preview |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (895kB) |
Abstract
ABSTRAK Syamsul Rizal (2025): Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Upacara Sepasaran Pada Aqiqah Dalam Jawa (Studi Kasus: Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar) Adat atau dalam Islam dikenal dengan ‘Urf, merupakan sekumpulan norma, kebiasaan, dan praktik yang berkembang dalam kehidupan masyarakat sebagai pedoman dalam berperilaku. Dalam Islam ada ‘Urf saheh dan ‘Urf Fasid, ‘Urf Saheh ialah ‘Urf yang dibolehkan, sedangkan ‘Urf Fasid merupakan ‘Urf yang dilarang. Di Desa Karya Indah terdapat tradisi dalam menyambut hari kelima kelahiran bayi dalam adat jawa, yang dikenal dengan upacara sepasaran. Upacara sepasaran ini pada perakteknya dianggap melenceng dari ajaran Islam, dikarenakan terdapat unsur syirik dan mubazir pada saat pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktek pelaksanaan upacaara sepasaran pada aqiqah di Desa Karya Indah, serta mengkaji pelaksanaannya berdasarkan perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan yang mana lokasi penelitiannya berada di Desa Karya Indah. Data primer pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara informan, yang mana pada penelitian ini terdapat tiga jenis informan yaitu informan kunci, utama dan pendukung, yang menjadi informan kunci pada penelitian ini berjumlah 12 orang, informan utama berjumlah 6 orang dan informan pendukung berjumlah 15 orang. Data sekunder diperoleh dari kajian pustaka terkait hukum Islam, konsep aqiqah, dan adat sepasaran. Cara memperoleh datanya yaitu melalui observasi dan wawancara lansung bersama informan di Desa Karya Indah. Dari hasil observasi dan wawancara tersebut barulah data tersebut diolah dan dikembangkan menjadi hipotesisi penelitian kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan aqiqah di Desa Karya Indah sesuai dengan Syariat Islam karena memenuhi ketentuan aqiqah, seperti penyembelihan hewan kambing atau domba sesuai aturan Islam. Sebaliknya, tradisi sepasaran dikategorikan sebagai ‘Urf Fasid (adat yang rusak) karena tradisi sepasaran dinilai mengandung unsur syirik dan mubazir. Syirik dikarenakan memberikan sesajen kepada Kakang Kawah Adi Ari-Ari dalam bentuk penghormatan yang berlebihan, kemudian mubazirnya disebabkan bubur yang dijadikan sesajen untuk Kakang Kawah Adi Ari-Ari tersebut tidak boleh dikonsumsi karena sudah dikhususkan untuk Ari-Ari tersebut. Masyarakat Jawa mempercayai bahwasanya Ari-Ari tersebutlah yang nantinya akan memakan bubur tersebut. Tradisi aqiqah dapat dilestarikan karena sejalan dengan ajaran Islam. Sementara itu, upacara sepasaran perlu untuk direformulasikan yang mana semulanya terdapat unsur syirik maka diganti dengan doa atau kegiatan ibadah yang sesuai dengan ajaran Islam. Kemudian sebagai penganti elemen mubazirnya, maka bubur yang semulanya dibuang maka bisa dioptimalkan dengan menjadikannya sebagai hidangan makan tamu yang hadir. Kata Kunci: Aqiqah, Sepasaran, Adat Jawa, Hukum Islam, ‘Urf.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum 000 Karya Umum |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 08 May 2025 01:57 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 May 2025 01:57 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87862 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
