ZIJDAN YUDHITYA HARDI, - (2025) TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN SANKSI TERHADAP PERKARA TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR (Studi Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor 28/Pid.Sus. Anak/2022/PN.Pbr). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf Download (6MB) | Preview |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (419kB) |
Abstract
Kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh anak di bawah umur, yang menyebabkan kerugian bagi korban, ditangkap oleh pihak kepolisian, kemudian perkaranya dilanjutkan ke kejaksaan dan dilimpahkan ke pengadilan. Majelis Hakim kemudian menjatuhkan pidana kepada terdakwa anak dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan. Di sini terlihat bahwa tidak ada upaya perdamaian (diversi) yang dilakukan oleh penegak hukum, sedangkan dalam Pasal 7 ayat (1) Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dijelaskan bahwa, “Pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara Anak di pengadilan negeri wajib diupayakan diversi”. Oleh karena itu, penulis mengkaji masalah ini menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sanksi terhadap perkara tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh Anak di bawah umur dalam perkara Nomor 28/Pid.Sus.Anak/2022/PN.Pbr, serta untuk mengetahui pertimbangan hakim di dalam putusan Nomor 28/Pid.sus- Anak/2022/PN. PBR. Penelitian ini berbentuk studi kasus (case study). Sumber yang dipakai meliputi sumber primer, yaitu berkara perkara Nomor 28/Pid.Sus.Anak/2022/PN.Pbr, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), sumber sekunder yaitu buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan pada penelitian ini, dan sumber tersier yaitu kamus. Pembahasan dianalisis menggunakan metode deduktif, yakni dari hal yang umum kepada hal yang khusus. Hasi dari penelitian ini adalah penerapan sanksi terhadap perkara tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh Anak di bawah umur, dinyatakan oleh hakim terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP, dan dipenjara selama 8 (delapan) bulan. Di sini terlihat bahwa pemeriksaan perkara Anak tidak dilakukan di luar pengadilan, sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 dan juga dijelaskan dalam Pasal 70 ayat (1) huruf a KUHP Nasional, namun dalam perkara ini anak tetap dijatuhi hukuman. Pertimbangan hakim di dalam putusannya adalah berdasarkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti hasil pencurian, maka terbukti secara sah dan meyakinkan, maka hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap Anak selama 8 (delapan) bulan, tanpa mempertimbangkan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 dan Pasal 70 ayat (1) huruf a KUHP Nasional. Kata Kunci: Penerapan Sanksi, Tindak Pidana Pencurian, Anak Di Bawah Umur
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum > 001 Ilmu Pengetahuan > 001.42 Metode Riset | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 02 May 2025 02:45 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 May 2025 02:45 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87743 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
