Abdur Rahman Syahid, - (2025) Persepsi Tokoh Adat Tentang Penundaan Tinggal Bersama Hingga Penyelenggaraan Walimatul ‘Ursy Di Tempat Istri Dalam Pernikahan Adat Di Kecamatan Cerenti Perspektif Hukum Islam. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text
TANPA BAB IV.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB IV)
PEMBAHASAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (453kB) |
Abstract
ABSTRAK Abdur Rahman Syahid (2025) : Persepsi Tokoh Adat Tentang Penundaan Tinggal Bersama Hingga Penyelenggaraan Walimatul ‘Ursy Di Tempat Istri Dalam Pernikahan Adat Di Kecamatan Cerenti Perspektif Hukum Islam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu tradisi yang sebelum melakukan penyelenggaraan Walimatul ‘Ursy harus ditunda terlebih dahulu untuk tinggal bersamanya bagi pasangan suami dan istri yang baru melakukan akad nikah, karena dalam proses ini pasangan suami istri yang baru melakukan akad nikah tadi belum bisa dikatakan sah secara adat istiadat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama, untuk mengetahui bagaimana pandangan tokoh adat tentang tradisi penundaan tinggal bersama hingga penyelenggaraan Walimatul ‘Ursy di tempat istri dalam pernikahan adat Cerenti. Kedua, untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap tradisi penundaan hidup bersama di Kecamatan Cerenti ini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara langsung dengan tokoh adat di Kecamatan Cerenti, observasi terhadap praktik adat yang berlangsung, serta studi literatur terkait hukum Islam dan adat dalam pernikahan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai alasan, tujuan, serta dampak dari tradisi ini terhadap kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: Pertama, Penundaan tinggal bersama hingga penyelenggaraan Walimatul ‘Ursy ini merupakan suatu proses tradisi yang dijaga secara turun temurun, yang mana proses ini merupakan suatu pendudukan antara kedua belah pihak Niniak Mamak dengan menyerahkan anak kemenakan yang baru menikah dengan tujuan untuk meresmikan secara adat. Kedua, tradisi penundaan tinggal bersama hingga penyelenggaraan Walimatul ‘Ursy di Kecamatan Cerenti dari segi persepsi, maksud, dan tujuan tidak sama sekali bertentangan dengan hukum Islam, tapi dari segi sanksi bagi masyarakat yang melanggar tradisi ini, bertentangan dengan hukum Islam. Kata Kunci: Pernikahan Adat, Penundaan Tinggal Bersama, Walimatul ‘Ursy, Hukum Islam, Tokoh Adat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Apr 2025 07:12 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Apr 2025 07:12 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87694 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
