TONI IRAWAN, - (2025) PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF BUYA HAMKA DALAM BUKU PRIBADI HEBAT SERTA RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Toni Irawan (2025): Pendidikan Karakter Perspektif Buya Hamka dalam Buku Pribadi Hebat serta Relevansinya dengan Pendidikan Islam Kontemporer, Tesis. UIN Suska Riau, 2024 Kesenjangan yang terjadi tentang persoalan karakter remaja terus menjadi perbincangan hangat di negeri ini. Salah satu tokoh yang sangat kuat perhatiannya pada pendidikan karakter di Indonesaia adalah Buya Hamka, untuk itu perlu dikaji secara mendalam konsep pemikiran pendidikan karakter menurut Buya Hamka, dan buku yang sangat terkait dengan hal ini adalah buku Pribadi Hebat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan dengan sumber utama buku Pribadi Hebat karya Buya Hamka, dan dilengakapi karya buku Buya Hamka yang lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka menyebut karakter dengan istilah kepribadian. Sedangkan Pribadi Hebat adalah seseorang yang mampu membuat dirinya memiliki karakter kepribadian besar yang meliputi (a) memiliki daya tarik, (b) cerdik, (c) menimbang rasa, (d) berani, (e) bijaksana, (f) berpandangan baik, (g) tahu diri, (h) menjaga kesehatan tubuh, (i) bijak dalam berbicara, dan (j) percaya pada diri sendiri.sama. Sedangkan relevansi pendidikan karakter Hamka dalam buku Pribadi Hebat dengan pendidikan Islam kontemporer sekarang ialah terletak pada penamaman nilai-nilai yang berharga pada diri manusia. Hamka menyatakan bahwa kepribadian merupakan kumpulan sifat-sifat dan kelebihan diri, yang menunjukkan kelebihan seseorang dari orang lain. Dalam kata lain, Hamka juga menjelaskan bahwa kepribadian merupakan kumpulan sifat akal budi, kemauan, cita-cita dan bentuk tubuh. Hal inilah yang menurut Hamka menyebabkan harga kemanusiaan berbeda dengan yang lain. Pendidikan Islam zaman sekarang juga akan tetap berlabuh pada penanaman nilai-nilai budi luhur yang baik, dan tentunya hal ini tidak dapat dihargai oleh apapun. Hal ini ditegaskan Hamka pada bukunya Pribadi Hebat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa zaman sekarang proses pendidikan Islam tetap bermuara yang sama ialah akhlak, namun yang menjadi pembeda ialah terletak pada tantangan zaman yang kian hari kian berubah. Dengan demikian, pendidikan Islam kontemporer sangat terbentur dengan kemajuan teknologi, jika tidak dapat menanamkan pendidikan karakter yang sebagaimana dibawa oleh Hamka. Kata Kunci: Karakter, Buya Hamka, Pendidikan Islam Kontemporer
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | pps - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Apr 2025 01:51 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Apr 2025 01:51 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87625 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
