TRADISI PERINGATAN SLAMETAN SESUDAH KEMATIAN SESEORANG PADA MASYARAKAT SUKU JAWA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Study Kasus Di Desa Sari Mulya Kec. Pangkalan Lesung Kab. Pelalawan)

Dian Efriana Ika Ramadhani, (2011) TRADISI PERINGATAN SLAMETAN SESUDAH KEMATIAN SESEORANG PADA MASYARAKAT SUKU JAWA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Study Kasus Di Desa Sari Mulya Kec. Pangkalan Lesung Kab. Pelalawan). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011244.pdf

Download (371kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “tradisi peringatan slametan sesudah kematian seseorang pada masyarakat suku jawa di tinjau dari hukum islam” adapun penulis nemilih judul ini karena pada masyarakat Desa Sari Mulya terjadi kasus tentang tradisi peringatan seseorang setelah kematian dimana pada tradisi tersebut ahli bait menyuguhkan makanan dengan disertai dengan sesajen yang disiapkan setelah acara peringatan tradisi tersebut dilaksanakan. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah apa faktor yang menyebabkan tradisi tersebut masih berlangsung hingga saat ini dan bagaimana peoses dan makna tradisi tersebut serta pandangan hukum Islam. Subjek penelitian ini adalah masyarakat suku jawa di Desa Sari Mulya yang masi melakukan tradisi tersebut, sedangkan objek nya adalah tradisi slametan setelah kematian seseorang menurut hukum Islam. Populasi dalam penelitianini adalah masyarakat Desa Sari Mulya yang melaksanakan ytadisi slametan setelah kematian karena jumlahnya hanya dua puluh keluarga maka diambil sampel sebanyak dua puluh keluarga. Data di kumpulkan dengan cara wawancara, kemudian penulis analisa dengan menggunakan teknik analisa kualitatif, dengan metode induktif, dduktif, dan deskriftif. Faktor yang menyebabkan tradisi tersebut bertahan sampai sekaranga adalah karena tradisi tersebut adalah ajaran nenek moyang, dan bisa juga mempererat hubungan silaturahmi dan untuk tetap menjunjng tinggi dan menghormati arwah leluhur. Proses dan makna tradisi slametan sesudah kematian seseorang apabila terjadi maka proses tersebut menggunakan sesajen dengan maknanya sebagai simbol untuk dipersembahkan kepada mayat. Secara hukum Islam tradisi slametan kematian seseorang pada masyarakat Desa Sari Mulya SP 9A adalah hukumnya mubah selama dalam pelaksanaan tradisi peringatan slametan sesudah kematian ini tidak melanggar aturan syara’ dan sebelum ada nash yang mengharamkan. Sedangkan sesajen yang terdapat dalam tradisi peringatan slametan setelah kematian ini tidak seharusnya ada. Tradisi ini cukup sebatas tahlilan dan memberi hidangan para warga yang telah hadir untuk membaca tahlilan tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 14 Jan 2016 03:25
Last Modified: 14 Jan 2016 03:25
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/876

Actions (login required)

View Item View Item