MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PERTEMUAN KELAS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 3 PEKANBARU

Desriana Sovia, (2013) MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PERTEMUAN KELAS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 3 PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013863PGMI.pdf

Download (375kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia. Hal ini disebabkan dalam proses pembelajaran di kelas, guru terkesan monoton dalam menyampaikan materi pelajaran, siswa terkesan sulit memahami materi, siswa malu mengemukakan pendapat didepan kelas, siswa bermain dengan teman sebangku, konsentrasi siswa kurang terfokus terhadap materi pelajaran, dan rendahnya kemauan siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa indonesia. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran pertemuan kelas dapat meningkatkan aktivitas belajar bahasa indonesia pada siswa kelas V SD Negeri 3 Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, siklus I dan siklus II dilakukan dalam 1 pertemuan. Agar penelitian tindakan kelas ini berhasil dengan baik tanpa hambatan yang mengganggu kelancaran penelitian, peneliti menyusun tahapantahapan yang dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Teknik analisis data untuk aktivitas guru dan aktivitas siswa diperoleh dari pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dengan melihat kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tindakan. Berhasilnya penerapan model pembelajaran pertemuan kelas pada mata pelajaran bahasa Indonesia, diketahui adanya peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V pada mata pelajaran bahasa Indonesia dari sebelum tindakan, siklus I, dan siklus II. Aktivitas belajar bahasa Indonesia kelas V sebelum tindakan masih tergolong “kurang” karena skor 59 berada pada rentang 45 – 64 atau dengan ratarata 58,9%. Pada siklus I aktivitas belajar siswa tergolong masih “cukup” karena skor 66 berada pada rentang 65 – 74 atau dengan rata-rata 66,1%. Sedangkan pada siklus II aktivitas belajar siswa meningkat dengan “baik sekali” dengan skor 89 berada pada rentang 85 – 100 atau dengan rata-rata 88,7%. Artinya keberhasilan siswa telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, yaitu diatas interval 75% – 84% . Dengann demikian dapat diambil kesimpulan melalui model pembelajaran pertemuan kelas dapat meningkatkan aktivitas belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas V SD Negeri 3 Pekanbaru.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 372 Pendidikan Dasar > 372.2 Sekolah Dasar, SD
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Ms Mutiara Jannati
Date Deposited: 06 Nov 2016 12:49
Last Modified: 06 Nov 2016 12:49
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/8754

Actions (login required)

View Item View Item