Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

URGENSI MENCATATAN HUTANG PERSPEKTIF THAHIR IBNU ASYUR (Tinjauan Maqashid Al-Qur'an)

ABDI ZULHILMI, - (2025) URGENSI MENCATATAN HUTANG PERSPEKTIF THAHIR IBNU ASYUR (Tinjauan Maqashid Al-Qur'an). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL.pdf

Download (13MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Urgensi Pencatatan Hutang Perspektif Thahir Ibnu Asyur (Kajian Maqshid al-Qur’an).” Penelitian ini dilatarbelakangi dari realitas sosial dimasyarakat banyak yang melaksanakan transaksi hutang-piutang namun tidak dicatatkan, hingga akhirnya menimbulkan perselisihan bahkan penyangkalan terhadap adanya hutang akibat tidak di catatkan. Untuk mengkaji permasalahan tersebut peneliti mengangkat rumusan masalah pertama bagaimana penafsiran ayat 282 surat al-Baqarah mengenai mencatat hutang perspektif Thohir Ibnu Asyur kedua bagaimana urgensi mencatat hutang pada ayat 282 surat al-Baqarah perspektif Thohir Ibnu Asyur tinjauan maqashid al-Qur’an. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dan dalam menyusun skripsi ini penulis mengambil data dari buku-buku tafsir seperti tafsir Tahrir wa Tanwir, dan sumber yang berkaitan dengan pnelitian ini. Dari hasil penelitian tersebut dapat di ambil beberapa kesimpulan pertama, Menurut penafsiran Thahir Ibnu Asyur bahwa kata Faktubuh menurut Ibnu Asyur dalam tafsirnya Al-Tahrir wa Al-Tanwir merupakan fiil amar atau kalimat perintah yang memiliki dua kemungkinan: catatan yang ditulis oleh dua pihak yang saling berutang atau salah satu di antara keduanya sebagai bukti jika terjadi pengingkaran; serta catatan dari pihak ketiga sekaligus sebagai saksi apabila kedua pihak memang tidak bisa mencatat, sehingga hukum mencatat hutang adalah wajib mengingat pentingnya memelihara hak, menghilangkan penyebab perselisihan, mengatur transaksi negara, dan menghindari terjadi penyangkalan hutang dan untuk diketahui oleh hakim secara jelas jika diajukan permasalahan tersebut kepada pengadilan. Kedua, urgensi mencatatkan hutang dapat di ambil beberapa maqshidil qur’an di antaranya pertama, dapat menjaga Moral dan Akhlak-akhlak Mulia manusia. Kedua, dapat diambil penetapan hukum Islam atas wajibnya pencatatan hutang piutang. Ketiga, dapat di ambil pengajaran berharga dalam menghadapi problematika kehidupan di zaman sekarang, karena di zaman sekarang ini begitu banyak kasus perselisihan hutang piutang yang dapat merusak persaudaran manusia. Keempat, dapat jadikan peringatan atau ancaman bagi orang yang tidak membayar hutang akibat tidak dicatatkannya hutang piutang. dan Kelima adalah dapat memelihara harta si pemberi hutang jika dicatatkannya hutang piutang tersebut. Kata Kunci : Urgensi - Mencatat Hutang - Thahir Ibnu Asyur - Maqashid alQur’an

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorJani Arni, -2017018201jani.arni@uin-suska.ac.id
Thesis advisorSukiyat, -2010107001sukiyat@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.122 Al-Qur'an
000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 07 Mar 2025 07:17
Last Modified: 10 Mar 2025 02:20
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87342

Actions (login required)

View Item View Item