KONSEP DAN METODE IJTIHAD IMAM AL-SYAUKANI

Edi Kurniawan, (2011) KONSEP DAN METODE IJTIHAD IMAM AL-SYAUKANI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011226.pdf

Download (582kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “ Konsep dan Metode Ijtihad Imam al-Syaukani” nama lengkapnya adalah Muhammad ibn ‘Ali ibn Muhammad ibn ‘Abdullah al Syaukani al-Shan’ani atau yang populer dengan sebutan Imam al-Syaukani yang hidup pada akhir abad ke-12 dan memasuki awal abad ke-13 H atau akhir abad ke-17 M dan memasuki abad ke-18 yang merupakan sebuah abad atau fase kemunduran umat Islam meyerukan kepada umat Islam untuk kembali kepada al Quran dan al-Sunnah dalam segala aspek kehidupan umat muslim, terutama masalah-masalah hukum dan ijtihad. Bagi al-Syaukani ijtihad adalah sesuatu yang sangat penting bagi umat islam untuk kemudian terus digalakkan, sebaliknya al Syaukani sangat menentang secara keras sikap taklid bagi umat Islam yang menyebabkan hukum Islam menjadi tidak berkembang. Adapaun yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana konsep dan metode ijtihad Imam al-Syaukani dan analisis penulis tentang konsep dan metode ijtihadnya. Penelitian ini adalah adalah penelitian studi tokoh. Penelitian ini termasuk jenis penelitian perpustakaan (library research). Adapun sumber data pada penelitian ini dikategorikan kepada data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer adalah karya-karya yang ditulis oleh Imam Al-Syaukani yaitu, Irsyad al-Fuhul Ila Tahqiq al-Haqq min Ilm al-Ushul, Fath al-Qadir al-jami’ bayna Fannay al-Riwayah wal Diarayah min al-Ilm al-Tafsir, Al-Qaul al-Mufid fi Adillah al-Ijtihad wa al-Taqlid Sedangkan bahan hukum sekunder adalah buku-buku atau karya lain yang berhubungan dengan pemikiran hukum Islam Imam al-Syaukani. Semua data dikumpulkan dan diklasifikasikan, kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan normatif dan empirik, selanjutnya dibahas dalam konstruksi pembahasan yang sistematis, logis dan komprehensif. Setelah data diperoleh, maka data tersebut dalam hal ini, konsep dan metode ijtihad Imam al-Syaukani akan dungkapkan secara deskriptif yaitu menggambarkan secara mendetail data yang diperoleh untuk selanjutnya dianalisa dengan menggunakan teknik content analysis (analisis isi) yaitu dengan jalan menelaah atau mempelajari kosa kata, pola kalimat, atau situasi dan latar belakang budaya penulis atau tempat kejadian tertentu. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa: metodologi ijtihad yang dibangun al-Syaukani adalah sebuah metodologi ijtihad yang memperlihatkan kemandiriannya dalam berfikir, ini dapat dilihat dimana al-Syaukani berpegangan bahwa yang menjadi sumber utama hukum Islam adalah al-Quran dan Sunnah. al Syaukani menempatkan qiyas dan ijma’ sebagai sumber hukum alternatif, bagi al Syaukani qiyas dapat dijadikan sebagai sumber hukum dengan tiga persyaratan; pertama, illatnya harus dikandung oleh nash, kedua, dapat dipastikan tidak ada perbedaan anatara illat yang dikandung oleh asal dan yang dikandung oleh furu’, ketiga qiyas dalam bentuk mafhum muwafaqah. al-Syaukani juga menerapkan istishab, tetapi istishab yang ditunjukkan oleh akal dan syara’, demikian juga al- Syaukani dapat menerima istishlah, tetapi istishlah yang tidak bertentangan dengan dalil qat’i, juga al-Syaukani menerima sad al-zari’ah karena merupakan bentuk pencegahan terhadap suatu perbuatan haram atau merupakan upaya preventif hukum Islam agar seseorang tidak terjebak dalam perbuatan yang terlarang

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.125 Hadits
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 14 Jan 2016 03:20
Last Modified: 14 Jan 2016 03:20
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/872

Actions (login required)

View Item View Item