MUHAMMAD HABIBI RAHMAT, - (2025) PRAKTIK PEMBAGIAN HARTA BERSAMA DALAM PERCERAIAN DITINJAU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
![]() |
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (713kB) |
|
|
Text
TANPA BAB IV.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Muhammad Habibi Rahmat (2025): Praktik Pembagian Harta Bersama Dalam Perceraian Ditinjau Perspektif Hukum Islam (studi kasus Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu). Penelitian ini dilatar belakangi akibat adanya kasus perceraian di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu yang pembagian harta bersamanya tidak sesuai dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia saat ini, sehingga masyarakat menggunakan kebiasaan atau ‘urf yang berlaku di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu dalam pembagian harta bersama pasca perceraian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: pertama, untuk mengetahui praktik pembagian harta bersama pasca perceraian di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu. Kedua, untuk mengetahui tinjauan Hukum Islam terhadap praktik pembagian harta bersama pasca perceraian di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau empiris (field research). Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Sumber data primer berupa informasi yang diperoleh dari informan yang merupakan warga Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu yang bercerai. Sumber data sekunder berupa kitab-kitab fiqih, kitab Undang-Undang dan kitab Kompilasi Hukum Islam, serta tulisan tulisan yang dapat membantu dalam melengkapi penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan: pertama, masyarakat Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu menerapkan pembagian harta bersama pasca perceraian diberikan kepada yang menetap di rumah. Dengan kata lain, yang bersalah maka dialah yang terusir dari rumah tersebut, dan rumah menjadi milik yang tidak terusir. Kedua, menurut Kompilasi Hukum Islam serta penjelasan yang diberikan Hukum Islam terkait pembagian harta bersama pasca perceraian seharusnya menggunakan sistem musyawarah atau ash-Sulhu. Kata Kunci: Harta Bersama, Hukum Islam, urf’, Perceraian, syirkah.
Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||||||||
Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.14 Ilmu Fiqh, Fiqih, Fikih | ||||||||||||
Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
Depositing User: | Hacked fasih - | ||||||||||||
Date Deposited: | 03 Feb 2025 04:35 | ||||||||||||
Last Modified: | 03 Feb 2025 04:37 | ||||||||||||
URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/86957 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |