MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID MELALUI METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VI MADRASAH IBTIDAIYAH AZZAHIDDIN PEKANBARU

Abdul Gapur, (2013) MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID MELALUI METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VI MADRASAH IBTIDAIYAH AZZAHIDDIN PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013677PGMI.pdf

Download (364kB) | Preview

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan di MI Azzahiddin Pekanbaru, penulis menemukan gejala-gejala yang menunjukkan rendahnya motivasi belajar siswa, diantaranya adanya sebagian murid dari 21 murid hanya 5 orang murid yang memperhatikan penjelasan guru, murid tidak mengerjakan latihan atau tugas yang diberikan, motivasi murid dalam mengikuti proses pembelajaran matematika sangat rendah. Hal ini terlihat dari kurangnya rasa ingin tahu murid terhadap materi yang dipelajari dan murid tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan metode Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan motivasi belajar murid mata pelajaran Matematika dikelas VI Madrasah Ibtidaiyah Azzahiddin Pekanbaru. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah penerapan metode jarimatika dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas I MI Al-Hidayah Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru?. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan tiap siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Agar penelitian tindakan kelas ini berhasil dengan baik tanpa hambatan yang mengganggu kelancaran penelitian, peneliti menyusun tahapantahapan yang dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu: 1) Perencanaan/persiapan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Berdasarkan hasil observasi motivasi belajar murid sebelum tindakan secara klasikal mencapai rata-rata persentase 38.9% berada pada interval 0 – 40% dengan kategori rendah. Pada siklus I pertemuan pertama secara klasikal hanya mencapai rata-rata persentase 46.8% berada pada interval 40% – 55% tergolong cukup tinggi dan pada pertemuan kedua motivasi belajar murid secara klasikal mencapai rata-rata persentase 54.8%, berada pada interval 40-55% tergolong cukup tinggi. Sedangkan pada siklus II pertemuan pertama terjadi peningkatan dengan perolehan nilai rata-rata secara klasikal 69.8% berada pada interval 56% - 75% tergolong tinggi dan pada pertemuan kedua secara klasikal memperoleh nilai rata-rata persentase 83.3%, berada pada interval 76 – 100% dengan kategori sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa melalui penerapan model TGT dapat meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 372 Pendidikan Dasar > 372.2 Sekolah Dasar, SD
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Ms Mutiara Jannati
Date Deposited: 02 Nov 2016 07:17
Last Modified: 02 Nov 2016 07:17
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/8655

Actions (login required)

View Item View Item