KEBERADAAN WAKAF TUNAI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF

Ratna Sari, (2011) KEBERADAAN WAKAF TUNAI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011201.pdf

Download (315kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Wakaf Tunai Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2004 Tentang Wakaf” Wakaf tunai adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, dan lembaga atau badan hukum dalam bentuk uanga tunai. Hukum wakaf tunai telah menjadi perhatian para fuqaha’.Cara melakukan wakaf tunai (mewakafkan uang,) menurut mazhab hanafi, ialah dengan menjadikannya modal usaha dengan cara mudharabah atau mubadha’ah. Sedang keuntungannya disedekahkan kepada pihak wakaf. Perbedaan wakaf tunai ini dengan wakaf yang biasa kite kenal adalah bahwa dalam wakaf tunai nilai dari pokok dari uang tidak bisa di ganggu gugat, yati dengan cara menjadikannya misalnya sebagai modal usaha. Dalam menyelesaikan penelitian ini, penulis melakukan penelitian kepustakaan (library reseacrh) dimana data dan sumber datanya diperoleh dari penelaan terhadap literatur-literatur yang sesuai dengan permasalahan. Adapun sumber data primer diambil dari undang-undang nomor 41 tahun 2004 dan peraturan pemerintah republik indonesia nomor 42 tahun 2006. Sedangkan data sekunder diambil dari buku-buku dan kitab-kitab, serta naskah mulai dari yang kalasik hingga kontemporer khsusnya yang berhubungan dengan masalah wakaf tunai, hasil-hasil laporan symposium seminar dan workshop, baik yang diselenggarakan di dalam dan diluar negeri. Bedasarkan penelitian yang penulis lakukan, maka penulis berkesimpulan bahwa dengan keterbatasan kemampuan pemerintah saat ini untuk menyediakan dana bagi pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat indonesia, maka usaha meningkatkan gerakan wakaf tunai sangat diperlukan. Keberadaan modal wakaf tunai tunai melalui Sertifikat Wakat Tunai (SWT) dirasakan perlu dan mendesak sebagai instrument keuangan alternatif yang dapat mengisi kekurangan-kekurangan badan sosial yang telah ada. Kerena itu wakaf tunai, saham dan surat berharga lainnya sudah saatnya mendapat porsi yang seimbang dalam rangka memberkan wawasan akan pentinya sebuah instrument keuangan dalam rangka ikut serta secara aktif mengentaskan keminskinan di Indoensia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 14 Jan 2016 03:02
Last Modified: 14 Jan 2016 03:02
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/860

Actions (login required)

View Item View Item