Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

RANCANG BANGUN INKUBATOR PENETAS TELUR DENGAN NOTIFIKASI “TELUR TELAH MENETAS” VIA TELEGRAM BERBASIS IoT (Internet of Things) STUDI KASUS: PETERNAKAN BAPAK KHODRI KECAMATAN KAMPAR KIRI TENGAH

TITO TRI RIANTO, - (2024) RANCANG BANGUN INKUBATOR PENETAS TELUR DENGAN NOTIFIKASI “TELUR TELAH MENETAS” VIA TELEGRAM BERBASIS IoT (Internet of Things) STUDI KASUS: PETERNAKAN BAPAK KHODRI KECAMATAN KAMPAR KIRI TENGAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

RANCANG BANGUN INKUBATOR PENETAS TELUR DENGAN NOTIFIKASI “TELUR TELAH MENETAS ” VIA TELEGRAM BERBASIS IoT (Internet of Things) STUDI KASUS: PETERNAKAN BAPAK KHODRI KECAMATAN KAMPAR KIRI TENGAH TITO TRI RIANTO NIM.11950513369 Tanggal Sidang : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. Soebrantas No. 155 Pekanbaru ABSTRAK Ayam kampung banyak diternak oleh masyarakat, sehingga dapat membantu perekonomian serta pemberdayaan peternak. Waktu penetasan telur ayam kampung adalah 21 hari, ada yang lebih dan ada juga yang tidak menetas. Penyebab telur tidak menetas ialah karena kehujanan atau terkena air sehingga telur tersebut basah, faktor lainnya yaitu dari induk ayam yang tidak mau mengerami telurnya, hal ini dikarenakan induk ayam mengalami stress bahkan sampai mematuk telurnya sendiri dan mengganggu indukan lain yang sedang mengeram juga. Perancangan inkubator penetas telur bertujuan sebagai media penetasan yang mampu menjaga suhu dan kelembaban secara otomatis, dengan kapasitas inkubator sebesar 24 telur. Penelitian dilakukan dengan metode komparatif, yaitu membandingkan daya tetas yang dihasilkan oleh induk ayam dengan inkubator, sehingga dapat diketahui apakah inkubator mampu digunakan sebagai media penetasan, terutama untuk telur yang kehujanan dan telur yang tidak dierami oleh induknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk ayam mengalami kegagalan penetasan sehingga menghasilkan daya tetas 0%, kegagalan disebabkan faktor alamiah, yaitu induk ayam sering meniggalkan sarangnya dan terdapat kebocoran pada atap kandang sehingga telur kedinginan dan kekurangan suhu hangat. Penetasan inkubator mampu menghasilkan daya tetas sebesar 88%, telur menetas lebih cepat yaitu mulai pada hari ke 19, 20 dan 21.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDKEmail
TranscriberHILMAN ZARORY, -0508058702hilman.zarory@uin-suska.ac.id
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Elektro
Depositing User: fsains -
Date Deposited: 21 Jan 2025 15:22
Last Modified: 21 Jan 2025 15:23
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/85844

Actions (login required)

View Item View Item