PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BARIS BARIS KOSONG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROSES PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 TAMBANG KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR

Mustamir, (2011) PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BARIS BARIS KOSONG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROSES PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 TAMBANG KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011726.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan tindakan (classroom active research). Bersadarkan hasil pengamatan di SMP Negeri 5 Tambang Kecamatan Tambang, ditemui beberapa fenomena tentang masalah rendahnya hasil; belajar siswa, seperti : 1) Hasil belajar yang diperoleh siswa belum optimal, hal ini terlihat hasil nilai rapor khususnya mata pelajaran IPS, lebih 50 % dari seluruyhj jumlah siswa yang belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah yaitu 63. 2) Adanya sebagian siswa yang sulit memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru , hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang dilaksanakan oleh guru hanya sebagian siswa yang memperoleh nilai yang baik dan dapat mengerjakan soal dengan benar. 3) Adanya sebagian siswa yang tidak dapat menguasai materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, hal tersebut dapat dilihatr saat guru memberikan pertanyaan kepada siswa, siswa tidak dapat menjawab dengan baik dan benar. Untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa tersebut penuylis menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Baris-=Baris Kosong untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Rumusan masalah untuk penelitian ini adalah : Apakah penggunaan model pembelajaran Baris-Baris Kosong dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu pengetahuian Sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tambang Kecamatan Tambang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, data yang diuraikan adalah sebelum tindakan, pada Siklur I dan Siklus II, tiap siklus dilakukan dalam tiga kjali pertemuan . Agar penelitian tindakan kelas ini berhasil dengan baik tanpa hambatan ytang mengganggu kelancaran penelitian, peneliti menyusun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitin tindakan kelas , yaitu : 1) Perencanaa/persiapan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Kemusian data dalam penelitian ini diolah menggunakan rumus persentase yang dikemukakan oleh sudjono. Berdasarkan hasil observasi pada gejala awal hasil belajar siswa diperoleh rata rata 48,3 dengan kategori kurang baik, Kemudian berdasarkan hasil obesrvasi pada siklus pertama yang menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar siswa mencapai dengan rata-rata 60,6 dengan kategori kurang. Sedangkan pada sikluske dua terjadi peningkatan mencapai hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 76,3 dengan kategori baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 373 Pendidikan Tingkat Sekolah Lanjutan > 373.236 Sekolah Menengah Pertama, SMP
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 14 Jan 2016 03:00
Last Modified: 14 Jan 2016 03:00
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/857

Actions (login required)

View Item View Item