SYAKIRA ERAWATI, - (2025) SINTESIS PROTEIN MIKROBA DAN KONSENTRASI VFA PARSIAL WAFER BERBAHAN SILASE EMPULUR BATANG SAWIT DITAMBAH LEGUMINOSA. Skripsi thesis, UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV.pdf Download (26MB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (443kB) |
Abstract
Empulur batang sawit merupakan limbah pertanian dengan kandungan selulosa 46,22% dan hemiselulosa 19,52% yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan, tetapi tingginya kandungan lignin 15,41% sehingga perlu diolah menjadi silase. Silase adalah suatu metode pengawetan bahan pakan hijauan yang memanfaatkan proses fermentasi dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob). Untuk meningkatkan kualitasnya, silase empulur diproses menjadi wafer, serta ditambahkan leguminosa untuk meningkatkan kandungan protein guna mendukung kesehatan dan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan leguminosa dalam pembuatan wafer berbahan silase empulur batang sawit terhadap sintesis protein mikroba (SPM) dan konsentrasi VFA parsial secara in vitro. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan adalah : P1: Silase Empulur Batang Sawit (SEBS) + dedak padi halus + daun ubi kayu (kontrol), P2 : P1 + 14% indigofera, P3 : P1 + 15% lamtoro dan P4 : P1 + 14% kalopo. Parameter yang diukur adalah SPM dan konsentrasi VFA parsial. Data dianalisis berdasarkan analisis ragam, perbedaan antar perlakuan di uji lanjut dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan leguminosa dalam pembuatan wafer sangat nyata (P<0,01) memengaruhi SPM, konsentrasi VFA parsial (asetat, propionat dan butirat). Perlakuan P1 (kontrol) menghasilkan konsentrasi asam asetat tertinggi (144,76 mM) tapi konsetrasi SPM (107,23 mg/100 mL), asam propionat (53,67 mM) dan asam butirat (11,95 mM) terendah. Perlakuan P4 (penambahan 14% kalopo) menghasilkan SPM tertinggi (134,66 mg/100 mL); konsentrasi asam propionat (74,79 mM) dan butirat (18,08 mM) tertinggi yang tidak berbeda dengan perlakuan P2 dan P3. Perlakuan terbaik adalah penambahan kalopo 14% dalam pembuatan wafer dan dapat diaplikasikan dalam program penggemukan sapi. Kata Kunci : Empulur batang sawit, silase, wafer, SPM, VFA
Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||||||||
Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
Divisions: | Fakultas Pertanian dan Peternakan > Peternakan | ||||||||||||
Depositing User: | fapertapet - | ||||||||||||
Date Deposited: | 15 Jan 2025 07:29 | ||||||||||||
Last Modified: | 15 Jan 2025 07:29 | ||||||||||||
URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/85585 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |