Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONSEP KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF FILSAFAT STOIKISME MARCUS AURELIUS DAN AL-GHAZALI

RAJU AFFREZI, - (2024) KONSEP KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF FILSAFAT STOIKISME MARCUS AURELIUS DAN AL-GHAZALI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (536kB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan hidup manusia adalah untuk mencapai kebahagiaan, yang sering kali dipandang sebagai tujuan akhir. Dalam Islam, tujuan hidup manusia adalah untuk mencari kesenangan di dunia dan ketenangan di akhirat. Kebahagiaan adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua orang, namun bisa bersifat subjektif dan memiliki makna yang berbeda bagi setiap individu. Ketidakpuasan, harapan yang tidak terpenuhi, dan keinginan yang terus menerus untuk mendapatkan lebih banyak hal dapat menyebabkan ketidakbahagiaan. Memahami dan menerapkan ajaran Stoicisme dapat membantu individu mengatasi tantangan hidup dan mencapai kehidupan yang ideal. Bunuh diri bukanlah solusi dari permasalahan hidup, karena dengan menghadapinya secara langsung dan mencari kebahagiaan melalui kombinasi ajaran Stoic dan Islam dapat menghasilkan kehidupan yang lebih memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan referensi lainnya. Data primer berasal dari buku-buku asli, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai referensi lainnya. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini disusun secara sistematis untuk mengungkap pemikiran Marcus Aurelius tentang kebahagiaan dalam perspektif Filsafat Islam. Konsep kebahagiaan menurut Marcus Aurelius dan Al-Ghazali menekankan pada pengendalian diri, rasionalitas, memperlakukan orang lain dengan baik, hidup selaras dengan alam, dan kembali kepada yang ilahi. Kedua filosofi ini menyoroti pentingnya mengikuti prinsip-prinsip moral dan praktik spiritual untuk mencapai kebahagiaan sejati. Melalui refleksi diri, pengabdian kepada Tuhan, memahami dunia, mempraktikkan rasa syukur dan kebajikan, serta mempertahankan karakter yang baik, seseorang dapat mencapai kedamaian dan kepuasan dalam hidup. Kebahagiaan, dalam kedua perspektif tersebut, tidak semata-mata didasarkan pada harta benda atau kesenangan duniawi, tetapi pada hubungan yang mendalam dengan yang ilahi dan kepuasan dalam menjalani kehidupan yang baik. Secara keseluruhan, kunci kebahagiaan terletak pada kehidupan yang dipandu oleh prinsip-prinsip kebaikan, kebenaran, dan pertumbuhan spiritual. Marcus Aurelius dan Al-Ghazali sama-sama bertujuan untuk mencapai kebahagiaan, tetapi memiliki pendekatan yang berbeda. Marcus Aurelius berfokus pada pengendalian diri dan penerimaan takdir, sedangkan Al-Ghazali menekankan pada ketaatan dan ibadah kepada Allah. Kedua tradisi ini dapat diterapkan dalam kehidupan modern untuk mencapai kesejahteraan, dengan konsep Marcus Aurelius membantu mengelola stres dan kecemasan, dan konsep Al-Ghazali memberikan kedamaian batin dan tujuan hidup yang jelas. Terlepas dari perbedaan budaya dan filosofisnya, konsep kebahagiaan dalam filosofi Marcus Aurelius dan Al-Ghazali memiliki relevansi dan manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan secara keseluruhan. Kata Kunci: Stoikisme, Marcus Aurelius, Kebahagiaan, Al-Ghazali

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAfrizal, -2015105901afrizal@uin-suska.ac.id
Thesis advisorSukiyat, -2010107001sukiyat@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah dan Filsafat
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 26 Jul 2024 04:08
Last Modified: 26 Jul 2024 04:08
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/83569

Actions (login required)

View Item View Item