Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

FENOMENOLOGI PERCERAIAN PASANGAN LANJUT USIA DI KOTA DUMAI PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM

Muhammad Farid Firdaus, - (2024) FENOMENOLOGI PERCERAIAN PASANGAN LANJUT USIA DI KOTA DUMAI PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
MUHAMMAD FARID FIRDAUS - BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
MUHAMMAD FARID FIRDAUS - Tesis Lengkap kecuali Bab IV.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Pada umumnya, perceraian yang paling banyak terjadi dalam rumah tangga adalah pada kelompok usia perkawinan lima tahun ke bawah yang didominasi oleh kalangan muda. Sebab, secara psikologis, pasangan yang telah dewasa akan lebih terkendali emosi maupun tindakannya jika dibandingkan dengan pasangan muda. Akan tetapi, pada realitasnya, peneliti menemukan fenomena perceraian yang terjadi di kalangan suami istri yang telah lanjut usia di kota Dumai. Inilah yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan, yakni adanya perceraian yang terjadi pada kalangan lanjut usia di kota Dumai, di mana semestinya pada usia tersebut, pengamalan emosi dan tindakan mereka akan lebih meningkat. Rumusan masalah penelitian ini adalah: Apa yang menjadi penyebab dan tujuan pasangan lanjut usia di kota Dumai untuk memutuskan bercerai? Bagaimana dampak perceraian yang dialami oleh pasangan lanjut usia di kota Dumai pasca perceraian? Bagaimana analisis hukum keluarga Islam terhadap fenomena perceraian usia lanjut di kota Dumai tersebut? Penelitian ini merupakan lapangan (field research) yang didukung oleh data-data kepustakaan. Responden penelitian ini berjumlah 10 responden yang terdiri dari 5 pasangan suami istri usia lanjut yang bercerai di kota Dumai pada tahun 2022 dan 2023. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara atas 10 responden tersebut yang data perceraiannya terkonfirmasi di Pengadilan Agama kota Dumai. Untuk mengungkapkan fenomena tersebut, peneliti menggunakan teori fenomenoligi Alfred Schutz yang menggunakan motif sebab (because motive) dan motif tujuan (in order to motive). Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data penelitian yang dipergunakan di dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, adanya perselingkuhan, terjadinya perselisihan secara terus menurus di antara pasangan suami istri lansia, dan terjadinya pengabaian terhadap hak dan kewajiban masingmasing adalah penyebab terjadinya perceraian di kalangan pasangan suami istri lanjut usia di kota Dumai. Kedua, Adapun dampak yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang bercerai di usia lanjut usia di Dumai setelah perceraian terjadi adalah, seusuai dengan tujuan mereka bercerai, yakni, pertama, hadirnya kebahagiaan dan kedua, datanya ketenangan. Dan, ketiga, alasan-alasan dan tujuan-tujuan yang melatarbelakangi terjadinya fenomena perceraian lanjut usia di kota Dumai tersebut, sesungguhnya, tidak bertentangan dengan ajaran hukum keluarga Islam. Kata Kunci: perceraian, lanjut usia, fenomenologi Alfred Schutz

Item Type: Thesis (Thesis)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorJUMNI NELLI, -2028067201jumni_aqthor@yahoo.com
Thesis advisorJUNAIDI LUBIS, -2022086701junaidilubis@yahoo.co.id
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: pps -
Date Deposited: 21 Jul 2024 11:02
Last Modified: 21 Jul 2024 11:02
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/82684

Actions (login required)

View Item View Item