PENERAPAN UNDANG-UNDANG NO. 20 TAHUN 2001 DALAM PERKARA KORUPSI DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tembilahan No. 209/Pid.B/2005/PN.TBH)

Adi Indria Putra, (2011) PENERAPAN UNDANG-UNDANG NO. 20 TAHUN 2001 DALAM PERKARA KORUPSI DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tembilahan No. 209/Pid.B/2005/PN.TBH). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011145.pdf

Download (475kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas tentang putusan perkara korupsi ditinjau dari Undang-undang No. 20 Tahun 2001 dan Hukum Islam. Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Negeri Tembilahan, dengan mengambil salah satu perkara korupsi dengan tersangka Mahmud, S.E bin Daeng Patombong yang merupakan Plt. Kantor Urusan Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hilir dan Kuntadi bin Tondo Sutrisno yang merupakan Bendahara Kantor Urusan Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hilir, telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp. 268.514.000,-. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemeriksaan perkara korupsi di Pengadilan Negeri Tembilahan dan mengetahui keputusan Hakim dalam memutuskan perkara korupsi di Pengadilan Negeri Tembilahan. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dimulai dari bulan Oktober 2010 sampai dengan Januari 2011. Penelitian ini bersifat penelitian pustaka, dengan menganalisa proses penyidikan, penuntutan dan putusan Hakim dalam kasus korupsi No. 209/Pid.B/2005/PN.TBH. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan memilih salah satu kasus korupsi yang menggunakan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 dan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap yaitu kasus No. 209/Pid.B/2005/PN.TBH. Dari penelitian yang penulis lakukan diketahui bahwa tuntutan Jaksa dan putusan Hakim sangatlah ringan yaitu pidana penjara selama 2 Tahun sedangkan seluruh unsur yang terdapat pada pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2001 yang disangkakan kepada kedua tersangka telah terpenuhi dan terbukti secara sah. Dalam Al Qur’an memang tidak diatur masalah korupsi namun jika kita melihat unsur-unsur tindak pidana korupsi dapat kita analogikan antara lain kedalam kasus pencurian, perampokan, khianat dan jika kita melihat akibat yang ditimbulkan dari perbuatan korupsi dapat dianalogikan kedalam golongan orang-orang yang membuat kerusakan dimuka bumi dan hukumannya adalah dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang. Berdasarkan hal tersebut, hukuman 2 Tahun penjara kepada kedua tersangka yang telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi. Hal tersebut tidak sesuai dengan hukum Islam karena hukuman tersebut tidak mampu membuat efek jera dan belum dianggap sebanding dengan perbuatan yang dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.272 Islam dan Ilmu Politik, Politik Islam, Fundamentalisme Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara (Siyasah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 13 Jan 2016 08:45
Last Modified: 13 Jan 2016 08:45
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/795

Actions (login required)

View Item View Item